Kurangnya keterwakilan wanita di level profesional seringkali disebabkan oleh absennya figur teladan. Alba Larsen, pembalap Denmark yang kini membela tim legendaris Ferrari, mengaku sempat tidak percaya balapan bisa menjadi karier karena ia jarang melihat wanita di televisi.
Statistik memang menunjukkan ketimpangan yang nyata: hanya 10% dari total pembalap di dunia adalah wanita. Angka ini menyusut drastis menjadi hanya 7% ketika memasuki kategori balap yang lebih tinggi.
F1 Academy hadir untuk memutus rantai tersebut. Layaknya program pascasarjana, akademi ini memberikan dukungan institusional yang selama ini sulit diakses perempuan, mulai dari pendanaan, pelatihan intensif, hingga waktu uji coba di lintasan.
Para pembalap memiliki 14 balapan dalam tujuh putaran untuk membuktikan diri. Sang juara nantinya akan mendapatkan kursi balap yang didanai penuh. Namun, tantangannya tetap besar; mereka rata-rata hanya memiliki waktu dua tahun untuk membuktikan bakat mereka sebelum harus bertarung secara mandiri di dunia balap yang sangat kompetitif.
(Rivan Nasri Rachman)