BERBICARA mengenai Sirkuit di Brasil, ingatan para penggemar balap motor dunia pasti tertuju pada Autodromo Internacional Nelson Piquet di Rio de Janeiro (Jacarepagua). Sirkuit ini sempat menjadi saksi bisu kejayaan para legenda balap dunia sebelum Brasil absen cukup lama dari kalender MotoGP.
Menjelang kembalinya seri Brasil dalam kalender balap musim 2026, menarik untuk mengulas kembali siapa saja raja lintasan yang pernah menaklukkan sirkuit di Negeri Samba tersebut. Termasuk para rider yang pernah juara di Sirkuit Interlagos dan Goaiania.
Pembalap berjuluk The Doctor ini merupakan pemegang rekor kemenangan terbanyak di kelas utama (500cc/MotoGP) di Brasil. Rossi tercatat memenangkan balapan di Jacarepagua sebanyak enam kali di semua kelas, termasuk kemenangan ikonik pada tahun 2000, 2001, 2002, dan 2003.
Brasil selalu menjadi tempat yang spesial bagi Rossi sebelum sirkuit tersebut akhirnya dibongkar.
Legenda asal Australia ini mendominasi era 90-an dan Brasil menjadi salah satu tempat favoritnya. Doohan tercatat memenangkan kelas 500cc di Rio de Janeiro pada tahun 1996 dan 1997.
Gaya balapnya yang agresif sangat cocok dengan karakteristik tikungan Jacarepagua yang teknis.
Nama Tamada tercatat dalam sejarah sebagai pemenang terakhir kelas utama di GP Brasil pada tahun 2004. Menggunakan ban Bridgestone yang saat itu sangat dominan di suhu panas, Tamada berhasil mengasapi Max Biaggi dan Nicky Hayden untuk mengklaim podium tertinggi di Rio.
Sebelum era Doohan dan Rossi, Luca Cadalora sempat mencicipi manisnya podium pertama di Brasil pada tahun 1995. Kemenangan ini menjadikannya salah satu pembalap Italia pertama yang mampu menaklukkan sirkuit Brasil di kelas para raja.
Wayne Garndner merupakan pembalap Honda yang memenangkan balapan GP Brasil saat masih berada di Sirkuit Goaiania. Garnder menjadi rider kelas 500cc pertama yang kala itu menang di trek tersebut pada edisi 1987.
Setelah Garnder, giliran Eddie Lawson yang mewakili Yamaha untuk memenangkan seri Brasil di edisi 1988.
Schwantz menjadi pembalap 500cc terakhir yang memenangkan balapan di Sirkuit Goiania pada edisi 1989. GP Brasil 1990 pun dibatalkan karena masalah organisasi.
GP Brasil seharusnya kembali pada tahun 1991 pada bulan September, tetapi dibatalkan pada bulan Agustus karena masalah keamanan sirkuit.
Pada tahun 1992, GP Brasil kembali setelah absen selama dua tahun. Karena meningkatnya keterlibatan Bernie Ecclestone dalam balap motor grand prix pada saat itu, tempat yang dipilih untuk menyelenggarakan balapan adalah Sirkuit Interlagos di Sao Paulo, bukan sirkuit yang sebelumnya digunakan di Goiania.
Sirkuit Interlagos terbukti tidak populer di kalangan pembalap dan bahkan ada pembicaraan untuk membatalkan acara tersebut sebelumnya karena permukaan yang bergelombang dan kondisi sirkuit yang tidak aman. Namun demikian, balapan tetap berlangsung dan dimenangkan oleh Wayne Rainey.
Setelah penampilan satu kali di Interlagos, balapan di Brasil baru kembali pada tahun 1995. Namun, balapan ini dikenal sebagai Grand Prix Rio dan berlangsung hingga tahun 2004.
(Rivan Nasri Rachman)