JAKARTA – Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, mengecam keras terjadinya kasus pelecehan seksual di dunia olahraga Tanah Air. Ia prihatin melihat atlet panjat tebing Indonesia menjadi korban.
Kecaman itu datang setelah ramai dugaan kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Pelatnas panjat tebing. Hal itu terbongkar usai FPTI menonaktifkan pelatih kepala Hendra Basir.
Taufik mengatakan kasus pelecehan seksual merusak nilai-nilai dan integritas dalam olahraga. Pria yang juga menjabat sebagai Wamenpora RI Itu mendorong ada sanksi tegas untuk para pelaku.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di dunia olahraga,” kata Taufik dalam rilis resmi Kemenpora RI, Rabu (4/3/2026).
“Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun. Sanksi harus tegas,” tegas pria asal Jawa Barat tersebut.
Lebih lanjut, Taufik menilai pelecehan seksual, kekerasan fisik maupun intimidasi di dunia olahraga sangat tidak dibenarkan. Tidak hanya merusak marwah dalam dunia olahraga, ia mengatakan tindakan tak terpuji itu menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kami menegaskan pelecehan seksual terhadap atlet, ofisial maupun pelatih adalah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan integritas olahraga,” tegas Taufik.
“Tidak ada toleransi terhadap perilaku yang merendahkan martabat dan mencederai rasa aman. Lingkungan olahraga harus menjadi ruang yang aman, profesional dan bermartabat bagi semua,” tambah peraih medali emas Olimpiade Yunani 2004 itu.
Menpora Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik tersebut. Ia menggagas saluran pengaduan untuk atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual dan mendorong mereka mengirimkan laporan ke pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.
(Wikanto Arungbudoyo)