“Korban harus mendapatkan pendampingan maksimal, termasuk akses pemulihan psikologis yang memadai. Identitas mereka harus dijaga dan dilindungi, agar tidak menghadapi tekanan sosial karena keberanian mereka untuk bersuara," tutur Verrell.
"Saya sejalan dengan upaya Kemenpora dalam mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia. Saya juga sangat mengapresiasi pembentukan tim khusus serta langkah Kemenpora yang membuka ruang pengaduan bagi para korban yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual maupun kekerasan fisik," sambungnya.
Verrell berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh federasi olahraga di Indonesia. Sistem pengawasan dalam pemusatan latihan dinilai harus diperketat untuk menjamin keamanan atlet.
Politikus berusia 29 tahun itu menekankan pentingnya integritas dalam proses pembinaan atlet di semua level. Ia meminta agar perlindungan terhadap atlet diperkuat demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kasus ini menjadi pengingat bagi kita bersama integritas pembinaan atlet harus diutamakan. Sistem pengawasan dan perlindungan di federasi olahraga dan pelatnas juga harus diperkuat, agar kasus seperti ini tidak terulang karena peristiwa ini bukan hanya menyakitkan bagi korban tapi juga bagi citra olahraga tanah air,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)