Selain aspek teknis, faktor mental memegang peranan krusial dalam laga yang berlangsung pada 26 Februari tersebut. Siti Fadia menekankan pentingnya bermain cerdas dan tidak terburu-buru dalam mengeksekusi peluang.
Komunikasi yang intens, baik antarpemain maupun dengan instruksi pelatih, menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk mengontrol jalannya pertandingan.
“Kurang lebih sama seperti yang disampaikan Tiwi, di awal kami terlalu mengikuti pola permainan lawan. Setelah itu kami berkomunikasi lagi, termasuk dengan pelatih, untuk mengubah strategi dan tempo permainan,” sambung Siti Fadia.
“Alhamdulillah setelah perubahan itu kami bisa lebih menekan lawan dan mengontrol jalannya pertandingan. Kunci kemenangan dari saya adalah bermain dengan lebih cerdas, jadi setiap poin kami berusaha memikirkan bagaimana caranya bisa menekan permainan lawan dan tidak terburu-buru,” imbuhnya.
Kini, fokus Amallia/Siti langsung dialihkan ke babak perempatfinal German Open 2026 yang digelar hari ini, Sabtu 28 Februari 2026 dini hari WIB. Mereka dijadwalkan menantang pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, demi memperebutkan satu tempat di babak semifinal.
(Rivan Nasri Rachman)