BURIRAM – Musim MotoGP 2026 yang akan dibuka di Sirkuit Buriram, Thailand, akhir pekan ini menjadi babak baru bagi pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez. Setelah tampil sebagai kejutan besar tahun lalu, pembalap asal Spanyol ini merasa jauh lebih siap menghadapi tekanan perebutan gelar juara dunia.
Statusnya bukan lagi sekadar pelengkap grid, melainkan penantang serius yang kini dibekali senjata utama, yakni pengalaman pahit dan manis dari musim sebelumnya. Belum lagi Alex juga dipercaya Ducati untuk menggunakan motor terbaru di MotoGP 2026.
Pada MotoGP 2025, Alex sempat mengguncang paddock dengan tujuh podium kedua berturut-turut di awal musim dan kemenangan emosional di Sirkuit Jerez, Spanyol. Namun, transisi mendadak dari anak bawang menjadi kandidat juara diakui sempat membuatnya kehilangan arah.
Salah satu tantangan terbesar Alex tahun lalu adalah menghadapi situasi yang belum pernah ia alami sebelumnya, berduel langsung dengan kakaknya sendiri, Marc Marquez, di barisan depan. Alex mengakui pada pertengahan musim 2025, ia terlalu terobsesi pada klasemen sehingga gagal memaksimalkan potensi motornya.
Hal inilah yang memicu serangkaian kesalahan fatal di beberapa seri seperti Brno dan Balaton Park. Namun, kini ia sudah belajar banyak dan siap untuk bertarung dengan Marquez di MotoGP 2026.
“Saya tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam memperebutkan gelar juara dunia MotoGP atau melawan Marc atau rival lainnya. Saya hanya mengamati mereka dari jauh dalam beberapa musim terakhir, hingga tahun 2025, jadi agak aneh,” cerita Alex, melansir dari Crash, Jumat (27/2/2026).
“Saya rasa pada satu momen di musim itu, saya terlalu memikirkan kejuaraan dan tidak memanfaatkan sepenuhnya kemampuan motor. Saat itulah saya mulai melakukan kesalahan-kesalahan itu – di Brno, Balaton Park, dan sebagainya,” tambahnya.
Alex menyadari memikirkan kejuaraan terlalu dini justru menjadi bumerang. Musim ini, dengan bekal memori kegagalan tersebut, Alex bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan tetap fokus balapan demi balapan demi mengekstrak potensi penuh dari motornya.
Jika tahun lalu ia hanya mengandalkan motor lama (GP24), musim 2026 ini Alex Marquez mendapatkan peningkatan signifikan dengan menunggangi Ducati spek pabrikan terbaru, GP26. Hasil tes pramusim di Sepang dan Buriram sudah menunjukkan tajinya, ia sempat memuncaki catatan waktu sebelum mengakhiri tes di posisi kelima tercepat.
Meski memiliki kecepatan yang menjanjikan, Alex tetap bersikap membumi. Ia memperingatkan bahwa hasil tes pramusim seringkali berbeda dengan atmosfer balapan sesungguhnya saat semua pembalap tampil 100 persen.
"Setelah 3-4 balapan, kita baru akan melihat di mana posisi kita dan apa yang bisa kita perjuangkan tahun ini," imbuh Alex.
Sementara itu, Alex akan berjuang sendiri di kubu Gresini pada seri pembuka ini, menyusul absennya rekan setimnya, Fermin Aldeguer, yang masih dalam masa pemulihan cedera patah kaki.
(Rivan Nasri Rachman)