KISAH unik percintaan Ricky Subagja menarik untuk diulas. Sebab, legenda bulu tangkis Indonesia itu dulu dipanggil om oleh sang istri yang terpaut usia 26 tahun.
Ricky Subagja diketahui jadi salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia sendiri merupakan pemain spesialis sektor ganda.
Beragam prestasi ciamik berhasil diukir Ricky di sepanjang kariernya. Salah satunya diukir pebulu tangkis kelahiran Bandung, 27 Januari 1971 itu kala berduet dengan Rexy Mainaky.
Duet Ricky Subagja/Rexy Mainaky diketahui berhasil menyabet medali emas Olimpiade pada 1996. Selain itu, mereka juga bisa meraih medali emas Asian Games (1994 dan 1998), menjadi juara dunia (1995), dan masih banyak lagi lainnya.
Dengan karier yang tersohor, serba-serbi soal Ricky selalu mencuri perhatian, tak terkecuali soal kisah asmaranya. Ia diketahui pernah menikah dengan mantan perenang nasional, Elsa Manora Nasution. Namun, biduk rumah tangga keduanya kandas pada 2006.
Setelah itu, Ricky kembali naik pelaminan dengan menikahi perempuan cantik bernama Citra. Tetapi, rumah tangga ini harus berakhir juga pada 2016.
Kemudian, Ricky menjalin kasih dengan pramugari cantik bernama Khairunnisa ‘Cica’ Andjani. Kisah asmara mereka sontak jadi sorotan. Sebab, sang mantan pebulu tangkis berusia 26 tahun lebih tua!
"Tapi dia (Cica Andjani) pertama manggilnya tuh om,” kata Ricky dalam Podcast Melaney Ricardo, dikutip Kamis (19/2/2026).
"Enggak, maksud aku bukannya dia ini. Karena aku punya om itu seumuran (dengan Ricky Subagja). Cakep-cakepnya kayak gini juga,” aku Cica.
"Kalau manggil pak atau apa kan terlalu formal. Kalau kakak terlalu gitu. Jadi aku om aja deh kali ya," tandasnya.
Meski begitu, jalinan asmara sejoli itu tetap langgeng. Mereka bahkan menikah pada 2021 setelah lima tahun pacaran. Ia pun kaget karena Cica tidak mempermasalahkan latar belakangnya yang seorang duda.
Itulah kisah unik percintaan ganda putra Indonesia Ricky Subagja, awalnya dipanggil om oleh sang istri yang terpaut usia 26 tahun. Cinta memang tidak mengenal jarak usia yang begitu jauh.
(Wikanto Arungbudoyo)