KISAH pembalap Alex Rins yang dulu pernah menolak tawaran dari Gresini Ducati dan kini justru harus berdarah-darah bangkitkan Yamaha menarik untuk dibahas. Sebagai pengingat, dunia MotoGP sempat diguncang oleh keputusan mendadak Suzuki untuk mundur pada akhir musim 2022.
Dalam situasi genting tersebut, Alex Rins menjadi salah satu pembalap yang harus bergerak cepat mengamankan kursi untuk musim 2023. Namun, sebuah fakta menarik terungkap, Rins sebenarnya memiliki kesempatan untuk menunggangi Ducati bersama tim Gresini, namun ia justru memilih jalur yang berbeda.
Pembalap yang kini membela tim pabrikan Yamaha tersebut akhirnya menjatuhkan pilihan pada LCR Honda, sebuah keputusan yang hingga kini masih sering dipertanyakan mengingat dominasi Ducati di lintasan saat ini.
Keputusan Rins untuk menolak tawaran Gresini bukan didasari oleh faktor finansial, melainkan status dan dukungan teknis. Saat itu, LCR Honda menawarkan kontrak sebagai pembalap pabrikan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh tim satelit Ducati yang hanya menawarkan motor spesifikasi tahun sebelumnya.
Rins menjelaskan transisi setelah hengkangnya Suzuki sangatlah sulit dikelola, terutama soal performa.
"Saat itu, kami punya opsi untuk pergi ke Gresini atau LCR Honda, dan saya memilih yang terakhir karena mereka menawarkan kesepakatan sebagai pembalap pabrikan," ungkap Rins kepada L’Esportiu de Catalunya, dikutip dari Crash, Kamis (19/2/2026).
Rins juga menegaskan bahwa faktor utama pilihannya adalah kesetaraan fasilitas dengan para pembalap utama Honda.
"Di Honda, mereka menawarkan kondisi yang sama dengan Marc Marquez dan Joan Mir. Ini bukan soal uang, tapi soal proyek dan dukungan pabrikan," tambahnya.
Meski pilihannya membawa Alex Rins pada kemenangan emosional di MotoGP Amerika 2023 bersama Honda, perjalanan Rins tidaklah mulus. Cedera parah dan perasaan kurang mendapat dukungan penuh dari HRC akhirnya membuatnya pindah ke Yamaha.
Di sisi lain, kursi Gresini yang Rins tolak jatuh ke tangan Alex Marquez, yang terbukti tampil kompetitif dengan motor Ducati. Walaupun melihat kesuksesan para pengguna Ducati saat ini, Rins mengaku tidak ingin terlarut dalam pemikiran andai saja.
Bagi Rins, setiap keputusan memiliki pertimbangan logis pada waktunya masing-masing.
"Saya tidak menyesalinya karena saya tidak bisa mengubahnya lagi. Kelihatannya keputusan yang sangat mudah untuk naik Ducati, tapi saat ini tim satelit tidaklah berdiri sendiri secara independent,” tutup Rins.
(Rivan Nasri Rachman)