Kisah Mikaela Shiffrin, Ratu Ski Alpen Supercantik Asal AS yang Tampil di Olimpiade Musim Dingin 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Selasa 17 Februari 2026 18:58 WIB
Atlet ski asal Amerika Serikat, Mikaela Shiffrin. (Foto: Instagram/mikaelashiffrin)
Share :

GELARAN Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 menjadi panggung bagi para atlet terbaik dunia untuk menguji batas kemampuan mereka. Di antara sekian banyak bintang, nama Mikaela Shiffrin tetap menjadi daya tarik utama.

Atlet asal Amerika Serikat berusia 30 tahun ini datang ke Italia dengan status sebagai pemain ski Alpen tersukses dalam sejarah, mengantongi lebih dari 100 kemenangan Piala Dunia dan dua medali emas Olimpiade.

Lahir di Vail, Colorado, Shiffrin adalah fenomena sejak remaja. Ia menghentak dunia saat menjadi juara slalom termuda di Sochi 2014 pada usia 18 tahun.

Di Milano Cortina, Shiffrin mengincar medali emas di nomor Giant Slalom untuk melengkapi warisan prestasinya. Namun, gunung sering kali memiliki rencana lain. Pada Minggu, 15 Februari 2026, Shiffrin harus puas finis di peringkat ke-11, sebuah hasil yang jauh dari ekspektasi publik yang menjagokannya.

1. Solidaritas di Balik Kegagalan

Di tengah kekecewaannya sendiri, Shiffrin menunjukkan kelasnya sebagai sosok pemimpin dengan memberikan dukungan moral kepada rekan senegaranya, Ilia Malinin. Atlet seluncur indah yang dijuluki Quad God itu mengalami nasib serupa, ia terjatuh dua kali dan merosot ke posisi kedelapan meski datang sebagai favorit utama.

Mikaela Shiffrin

Setelah sempat terdiam, Malinin akhirnya mencurahkan isi hatinya melalui media sosial tentang tekanan mental yang tak terukur dan pertempuran tak terlihat di dalam dirinya. Menanggapi unggahan emosional tersebut, Shiffrin hanya menuliskan satu kata singkat namun bermakna di Instagram Story-nya: “This” disertai emoji hati.

Pesan sederhana ini menegaskan bahwa Shiffrin merasakan beban yang sama sebagai atlet elite yang bertarung di panggung terbesar dunia.

 

2. Mentalitas Juara

Bagi Shiffrin, kegagalan di lintasan es bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bagian dari perjalanan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Ia menekankan Olimpiade menuntut keberanian untuk tampil rentan di hadapan penghakiman dunia yang sering kali tidak memahami betapa beratnya tuntutan olahraga profesional.

Mikaela Shiffrin

"Kita merasakan kepedihan kekalahan karena kita pernah merasakan kemenangan. Patah hati dan kemenangan hidup berdampingan," tulis Shiffrin dalam pesan dukungannya untuk Malinin, dikutip dari Fresnobee, Selasa (17/2/2026).

Meski target emas di Giant Slalom meleset, Shiffrin tetap menunjukkan mentalitas baja yang telah membawanya meraih lebih dari 100 kemenangan sepanjang karier. Ia membuktikan bahwa meski di tengah kegagalan, seorang ratu tetaplah ratu melalui sikap dan solidaritasnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya