KISAH legenda bulu tangkis Tony Gunawan yang memilih menjadi Warga Negara Amerika Serikat setelah menyabet medali emas Olimpiade Sydney 2000 untuk Indonesia akan diulas Okezone. Tony Gunawan merupakan salah satu talenta besar yang dimiliki Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis.
Di nomor beregu putra, Tony Gunawan membantu Indonesia memenangkan trofi Piala Thomas 1998 dan 2000. Ia juga mengantarkan tim beregu putra Indonesia meraih medali emas Asian Games 1998.
Saat turun di nomor individu, tepatnya di nomor ganda putra, prestasi tak kalah hebat disabet pria yang kini berusia 50 tahun tersebut. Berpasangan dengan Candra Wijaya, Tony Gunawan memenangkan trofi All England 1999 dan Malaysia Open 1999.
Pada tahun 2000, Tony Gunawan memenangkan medali emas Olimpiade Sydney 2000, ajang multievent yang ingin diraih seluruh atlet dari cabang olahraga mana pun. Berpasangan dengan Candra Wijaya, Tony Gunawan mengalahkan pasangan Korea Selatan Lee Dong-soo/Yo Yoong-sung di partai puncak dengan skor 15-10, 9-15 dan 15-7.
Setahun berselang, prestasi tak kalah hebat disabet Tony Gunawan. Untuk pertama kalinya, ia meraih trofi BWF World Championships 2001!
Hebatnya, Tony Gunawan tidak lagi berpasangan dengan Candra Wijaya, melainkan Halim Haryanto. Saat itu di partai puncak, pasangan Tony Gunawan/Halim Haryanto menang 15-0 dan 15-3 atas pasangan Korea Selatan, Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon.
Tony Gunawan memilih meninggalkan Indonesia untuk hengkang ke Amerika Serikat pada 2002. Ia melihat persaingan di nomor ganda putra Indonesia sangat ketat dan coba memberikan ruang regenerasi bagi pemain muda.
Di Amerika Serikat, Tony Gunawan mengemban dua pekerjaan sekaligus, yakni sebagai pemain sekaligus pelatih. Meski menetap di Amerika Serikat yang bukanlah negara bulu tangkis, prestasi tepok bulu Tony Gunawan juga tidak menurun.
Berpasangan dengan pebulu tangkis Amerika Serikat Hoaward Bach, Tony Gunawan merebut gelar juara dunia 2005 nomor ganda putra! Di partai puncak, pasangan ini menumbangkan jagoan ganda putra Indonesia saat itu, Candra Wijaya/Sigit Budiarto dengan skor 15-11, 10-15 dan 15-11.
Sekarang di usia 50 tahun, Tony Gunawan masih aktif melatih. Meski tak lagi memegang paspor Indonesia, prestasi membanggakan Tony Gunawan untuk dunia tepok bulu Tanah Air tidak akan terlupa.
(Ramdani Bur)