DALAM dunia bulu tangkis, selebrasi emosional sering kali menjadi bumbu penyedap usai laga yang menguras keringat. Namun, bagi mantan ganda putra nomor satu dunia asal China, Li Junhui, sebuah momen kemenangan besar justru berubah menjadi peristiwa kocak yang tak terlupakan oleh para penggemar tepok bulu hingga saat ini.
Momen legendaris tersebut terjadi pada babak semifinal Piala Thomas 2018 di Impact Arena, Bangkok. Saat itu, China yang tengah berhadapan dengan Indonesia menurunkan duet maut Li Junhui/Liu Yuchen untuk menghadapi pasangan senior kebanggaan Tanah Air, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Melalui pertarungan sengit tiga gim yang berakhir dengan skor 21-17, 18-21, dan 21-12, Li/Liu sukses memastikan langkah China ke partai final.
Euforia menyelimuti Li Junhui sesaat setelah pukulan terakhir mendarat di lapangan Indonesia. Karena terlalu bersemangat membawa negaranya lolos, Li berniat merayakan kemenangan tersebut dengan cara yang sangat ekspresif, yakni melepas bajunya di tengah lapangan.
Namun, rencana yang seharusnya terlihat keren itu justru berakhir menjadi aksi komedi. Alih-alih terlepas dengan mulus, kaos yang ia kenakan justru tersangkut di bagian leher dan kepala.
Li tampak kesulitan menarik jerseinya ke atas hingga kepalanya tertutup kain, sementara rekan duetnya, Liu Yuchen, hanya bisa duduk bersandar sambil melihat tingkah konyol rekannya itu. Kabarnya, alasan teknis di balik kegagalan tersebut adalah karena jersei miliknya tersangkut plester (kinesio tape) yang menempel di punggungnya, sehingga baju tersebut tertahan kuat saat ditarik.