JAKARTA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dianggap tidak sopan dan tengil saat pertandingan melawan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di perempatfinal Indonesia Masters 2026. Namun, mereka punya alasannya tersendiri.
Pertemuan dua ganda putra Indonesia itu berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 23 Januari 2026 malam WIB. Raymond/Joaquin kewalahan dengan permainan Fajar/Fikri di gim pertama.
Namun pada gim kedua dan ketiga, Raymond/Joaquin berhasil menuntaskan kemenangan. Mereka mengunci tiket semifinal dalam laga tiga gim dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-14.
Joaquin mengatakan, perang psikologis seperti ini wajar terjadi dalam sebuah pertandingan. Menurutnya, tidak ada sekat senior atau junior ketika pertandingan resmi digelar.
"Kalau saya, ingin memaksimalkan saja. Soalnya mumpung di sini kan, cuma di sini kayaknya kami bisa tega begitu, ‘kan,” kata Joaquin kepada awak media, termasuk Okezone, dikutip Sabtu (24/1/2026).
“Jadi saya mau maksimalkan saja. Soalnya setiap kali latihan saya enggak enakan terus sama senior. Jadi di sini saya maksimalkan saja jadinya," tukas pria berusia 20 tahun itu.
Joaquin kemudian menjelaskan soal ambisi dan rasa lapar untuk selalu memenangkan pertandingan. Menurutnya, ini adalah cara pemain muda menunjukkan peringatan kepada atlet lainnya.
"Ya. Kami sangat muda, jadi kami harus seperti, selalu menjaga semangat itu. Ya. Kecepatan dan kekuatan, karena begitulah cara Gen Z bermain," tegasnya.
Untuk selanjutnya, Raymond/Joaquin akan kembali berhadapan dengan kompatriotnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Laga itu akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) sore WIB, untuk memperebutkan tiket ke final Indonesia Masters 2026.
(Wikanto Arungbudoyo)