VALENTINO Rossi menyebut MotoGP 2026 sebagai musim transisi. Karena itu, ia yakin pembalap seperti Jorge Martin dan Francesco Bagnaia yang jeblok di MotoGP 2025, bakal bersinar.
MotoGP 2026 akan jadi musim terakhir sebelum perubahan regulasi besar-besaran pada MotoGP 2027. Motor yang bakal digunakan musim ini sebagian besar masih sama seperti tahun lalu.
Penyebabnya, Dorna Sports dan FIM memberlakukan pembekuan terhadap mesin selama dua musim. Maka dari itu, para pembalap yang musim lalu melempem, diyakini Rossi akan kembali bersinar.
“Kami berharap mereka mencapai level terbaiknya juga Franco (Morbidelli) dan Diggia (Fabio Di Giannantonio) bisa membuat kemajuan serta lebih kuat. Mari kita tunggu,” tandas Rossi.
MotoGP 2025 memang jadi musim yang bisa dikatakan bencana buat Martin dan Bagnaia. Padahal, keduanya mendominasi MotoGP 2024 di mana Martinator keluar sebagai juara dunia.
Martin malah menghabiskan sebagian besar MotoGP 2025 dengan bergelut melawan cedera. Ia dua kali harus absen panjang gara-gara kecelakaan.
Sedangkan, Bagnaia berjuang keras menghadapi problem mental. Kendati sukses memenangi dua balapan dan delapan kali naik podium, ia lebih banyak dapat sorotan gara-gara tak bisa mengimbangi Marc Marquez yang jadi juara dunia.
Ada pun, MotoGP 2026 akan diawali dengan rangkaian tes pramusim. Kemudian, seri perdana yakni MotoGP Thailand 2026 dihelat di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, pada 28 Februari hingga 2 Maret.
(Wikanto Arungbudoyo)