JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, mengusung misi mulia untuk membawa biliar Indonesia mendunia. Ia berharap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) POBSI 2025 yang baru selesai terlaksana dapat menjadi titik awal permulaan bagi para atlet Indonesia untuk bersaing di kancah global.
Rakernas POBSI kali ini berlangsung di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/11/2025), dan dihadiri hampir seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI.
Hary Tanoesoedibjo hadir langsung untuk memimpin jalannya rapat tersebut. Hary menjelaskan, agenda Rakernas kali ini dimulai dari laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari PB POBSI, kemudian dilanjutkan dengan rencana kerja, hingga sinkronisasi program.
Sebagai pemimpin, Hary juga menampung usulan dari berbagai Pengurus Provinsi (Pengprov) di bawah naungan PB POBSI. Dia berharap, berbagai usulan ini bisa menjadi tolok ukur kemajuan biliar Indonesia.
"Kami menampung usulan dari kawan-kawan Pengprov (Pengurus Provinsi) terkait apa yang akan dilakukan lagi. Tetapi pada prinsipnya, biliar harus lebih maju lagi ke depan, lebih banyak kompetisi internasional, nasional, kejuaraan daerah, kejuaraan berdasarkan usia. Intinya kompetisi itu akan membuat para atlet kita lebih semangat," kata Hary di iNews Tower, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/11/2025).
Hary mengatakan punya misi khusus untuk membawa biliar Indonesia mendunia. Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh PB POBSI, kata Hary, sudah membuka peluang biliar Indonesia dilirik mata dunia.
"Ya, biliar (Indonesia) harus mendunia," harap Hary Tanoesoedibjo.
"Makanya tahun 2025 lalu bulan Oktober, kami menyelenggarakan Kejuaraan Dunia di Bali. Diikuti oleh para pemain-pemain dunia yang sudah papan atas, dan tentunya ini membawa Indonesia lebih dikenal lagi di mata dunia," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)