“Mereka ini memang perlu dipoles dan diperbaiki segala kekurangannya. Memang tidak bisa instan. Perlu waktu untuk mendongkrak performa mereka,” jelas Eng Hian.
Sepanjang tahun 2023 ini, runner up Taipei Open 2023 memang menjadi hasil terbaik yang didapat oleh Ana/Tiwi. Selebihnya, performa mereka bisa dibilang sangat tidak konsisten.
Dari 12 turnamen yang telah Ana/Tiwi ikuti tahun ini, mereka sembilan kali gugur di babak pertama atau kedua. Alhasil, mereka harus mampu meningkatkan performa mereka agar bisa menjadi andalan Indonesia.
Terlebih duet nomor satu Tanah Air, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, juga tidak dalam penampilan terbaik mereka pada 2023 ini sehingga para pecinta bulu tangkis Indonesia juga menaruh harapan yang besar pada Ana/Tiwi.
(Coro Mountana)