4. Lompat Batu
Olahraga asal Kepulauan Nias, Sumatera Utara ini merupakan olahraga ekstrem. Lompat batu awalnya adalah sebuah taktik perang yang berguna untuk mengejutkan musuh dibalik tembok tinggi oleh masyarakat lokal. Oleh karena itu, olahraga ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Masyarakat lokal mengenal olahraga ini dengan nama Zawo-zawo dan masih dilestarikan sampai sekarang untuk ritual adat seperti upacara pernikahan.
5. Jemparingan
Jemparingan adalah olahraga memanah yang dilakukan dalam posisi duduk, olahraga satu ini cukup unik dan sudah dikenal sejak abad ke-17. Sejak masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Yogyakarta, Jemparingan terus dilestarikan hingga saat ini sebagai kemampuan dasar masyarakat area kerajaan. Dengan posisi yang unik, jemparingan memposisikan diri dengan duduk sila saat memanah. Nilai-nilai yang tersirat pada olahraga ini seperti ‘Sawiji ‘yang berarti konsentrasi, ‘Greget’ berarti semangat, ‘Sengguh’ berarti percaya diri, dan ‘Ora Mingkuh’ yang memiliki arti rasa tanggung jawab tinggi.
Itulah deretan olahraga tradisional yang berhasil menarik perhatian masyarakat baik lokal maupun mancanegara. Mari kita jaga olahraga asli Indonesia jangan sampai diklaim oleh negara lain.
(Andika Pratama)