“Saya merasakan tekanan untuk menjadi unggulan nomor dua di turnamen semacam ini dan nomor empat di dunia. Ini adalah pertama kalinya saya merasakan tekanan itu dan saya tidak bisa mengatasinya,” imbuhnya.
Kendati demikian, tekanan tersebut tak membuatnya berlama-lama terpuruk. Dia berambisi untuk melatih mentalnya dalam menangani tekanan yang besar yang pasti akan selalu didapatnya dalam turnamen-turnamen berikutnya.
“Saya harus berlatih, saya harus siap menghadapi tekanan ini, memiliki momen seperti ini dan belajar bagaimana caranya untuk menanganinya,” ujar petenis berpostur 185 cm itu.
Saat ini, Alcaraz berselisih 2.800 poin dengan petenis ranking satu dunia, Daniil Medvedev. Jika ingin memecahkan rekor tersebut di atas, dia tidak boleh bersantai-santai dan harus mendulang banyak poin di turnamen berikutnya, yakni Cincinnati Masters 2022 dan Amerika Serikat Terbuka 2022 serta Paris-Bercy dan Nitto ATP Finals 2022.
(Rivan Nasri Rachman)