4 Pembalap yang Wajib Bangkit di Paruh Kedua MotoGP 2022, Nomor 1 Paling Tertekan

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis
Rabu 06 Juli 2022 03:03 WIB
4 pembalap yang harus bangkit di paruh kedua MotoGP 2022. (Foto: MotoGP)
Share :

MOTOGP 2022 telah menyelesaikan paruh pertama musimnya pada balapan terakhir di MotoGP Belanda. Berbagai kejutan pun cukup banyak terjadi dari 11 balapan yang telah bergulir.

MotoGP 2022 tengah memasuki liburan musim panas, yang berarti separuh perjalanan di musim ini telah dilalui. Dari paruh pertama itu, ada beberapa pembalap yang benar-benar terpuruk dan perlu bangkit di paruh kedua jika ingin tetap bersaing. Lantas siapa saja mereka?

Selama di paruh pertama MotoGP 2022, pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, mungkin menjadi sosok yang paling disorot karena di luar dugaan mampu menduduki posisi dua klasemen di belakang Fabio Quartararo dengan torehan 151 poin. Dia juga sukses memberikan podium perdana bagi Aprilia selama berkompetisi di MotoGP dan juga untuk dirinya sendiri.

El Diablo -julukan Quartararo- sendiri akhirnya bisa mengakhiri paruh pertama musim dengan jumlah poin yang sama yang didapatnya tahun lalu, yakni 172 poin. Padahal, pada awal musim ini dia cukup terseok-seok dan kesulitan finis di barisan terdepan.

Rider Ducati Gresini, Enea Bastianini, juga cukup mengejutkan dengan membukukan tiga kemenangan pada paruh pertama musim ini meski menunggangi spek motor Desmosedici tahun lalu. Kemudian, ada pula Francesco Bagnaia yang perlahan-lahan mulai bangkit dari keterpurukan dengan naik ke posisi empat usai memenangkan balapan di Assen.

Namun, di sisi lain ada beberapa pembalap yang bisa dibilang tampil kurang memuaskan pada paruh pertama musim ini. Oleh karena itu, mereka bakal sangat tertekan pada paruh kedua nanti karena wajib bangkit untuk bisa mempertahankan posisi mereka di MotoGP.

Berikut empat pembalap yang wajib bangkit di paruh kedua MotoGP 2022, Mengutip dari Crash:

1. Pol Espargaro


Pol Espargaro bakal mendapat banyak tekanan pada paruh kedua musim MotoGP 2022. Pasalnya, performanya sebagai pembalap Repsol Honda jauh dari kata memuaskan.

Saat ini, Pol baru membukukan 40 poin saja dan duduk di posisi 17 dalam klasemen sementara. Padahal, pada awal musim ini dia cukup menjanjikan dengan berhasil mendapatkan podium ketiga dalam balapan pembuka di Qatar setelah menjalani musim pertama yang buruk dengan tim pabrikan asal Jepang itu tahun lalu.

Namun, setelah itu performanya terus merosot dan bahkan mendapatkan berbagai masalah dalam beberapa balapan terakhirnya. Bahkan, karena cedera yang dialaminya, dia terpaksa absen pada balapan di Assen pada dua pekan lalu.

Kabar sementara menyebutkan bahwa Pol kemungkinan besar tidak akan diperpanjang oleh Honda usai kontraknya habis pada akhir musim ini. Rumor terbaru mengatakan bahwa KTM Tech3 menjadi salah satu tim yang tertarik untuk menggunakan jasanya tahun depan.

Akan tetapi, tentu saja pembalap berusia 30 tahun itu wajib bangkit pada paruh kedua musim ini agar bisa kembali menemukan performa terbaiknya seperti musim 2020 lalu bersama KTM Red Bull. Seperti diketahui, saat itu dia merupakan pembalap yang bisa bersaing di papan atas sehingga akhirnya Honda merekrutnya.

2. Raul Fernandez


Rookie KTM Tech3, Raul Fernandez, tampil sangat buruk pada musim perdananya di MotoGP. Padahal, dia merupakan seorang runner up Moto2 tahun lalu yang bersaing sangat ketat dengan Remy Gardner, yang kini menjadi duetnya.

Sejauh ini, pembalap asal Spanyol itu berada di posisi 23 dengan Raihan sembilan poin. Bahkan, dia duduk di dasar klasemen jika para pembalap penguji yang tak pernah mencetak poin tak dihitung, yakni Stefan Bradl, Lorenzo Savadori dan Michele Pirro.

Dengan hasil buruk yang didapatnya itu, bukan tidak mungkin Fernandez bakal kembali didepak ke Moto2 tahun depan. Sebab, kontraknya bersama tim satelit KTM itu akan habis pada akhir musim ini.

Di sisi lain, beredar kabar bahwa pembalap berusia 21 tahun itu bakal mengisi satu kursi di tim satelit Aprilia tahun depan. Akan tetapi, dia wajib menunjukkan kemampuan terbaiknya lebih dulu pada paruh kedua musim ini jika ingin meraih posisi tersebut.

3. Takaaki Nakagami


Selanjutnya, ada pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami. Sebab, Nakagami dirumorkan bakal digantikan oleh penantang gelar Moto2 musim ini, Ai Ogura.

Kabar tersebut muncul karena Honda disebut kurang puas dengan performanya yang baru bisa mengumpulkan 42 poin saja meski beberapa kali berhasil finis di urutan 10 besar. Namun, nampaknya itu tak membuat posisinya aman tahun depan.

Karena itu, Nakagami harus bisa memperbaiki performanya pada paruh kedua musim ini. Jika tidak, dia bakal didepak dari tim satelit Honda, meski kemungkinan besar bakal direkrut sebagai pembalap penguji di tim berlogo sayap ema situ.

4. Franco Morbidelli


Meski posisinya aman bersama Monster Energy Yamaha hingga akhir 2023, Franco Morbidelli wajib bangkit pada paruh kedua musim ini. Pasalnya, performanya benar-benar bobrok sebagai seorang rider pabrikan Tim Iwata.

Bayangkan saja, pada paruh pertama MotoGP 2022, rider asal Italia itu hanya mampu mencatatkan 25 poin saja. Jelas, angka tersebut sangatlah memalukan bagi Yamaha sehingga dia kritik habis-habisan oleh para pengamat balap.

Pasalnya, rekan setim-nya, Fabio Quartararo, yang memiliki spek motor M1 2022 yang sama dengannya mampu memuncaki klasemen sementara. Itulah yang membuatnya semakin dihajar dengan berbagai kritik karena tak mampu mengimbangi rekan setimnya.

Jika tak kunjung menunjukkan tanda-tanda perbaikan performanya usai liburan musim panas nanti, bukan tidak mungkin Yamaha tidak akan memperpanjang kontraknya lagi pada 2023 mendatang. Terlebih lagi, juara World Superbike 2021, Toprak Razgatlioglu, santer dikabarkan bakal hijrah ke tim pabrikan MotoGP Yamaha.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya