“Ketika memasuki seri perdana di Australia, kami tidak akan memiliki pembalap nomor 1. Mereka berdua bebas untuk saling bersaing di lintasan. Ketika kami memulai musim lalu, situasinya berbeda. Kami memiliki seorang pembalap berpengalaman dan seorang rookie,” ujar Mattia Binotto, dilansir dari Motorsport Total, Senin (23/12/2019).
Scuderia Ferrari tampaknya ingin belajar dari kesalahan yang dibuat pada F1 2019. Pada awal musim, The Prancing Horse mengumumkan Sebastian Vettel sebagai pembalap utama. Namun, seiring berjalannya musim, Charles Leclerc ternyata mampu bersaing dengan juara dunia F1 empat kali itu.
Di akhir musim, pembalap berpaspor Monaco itu memiliki hasil yang lebih mentereng ketimbang Vettel. Leclerc mampu mencatatkan dua kemenangan dan tujuh pole position, sementara Sebastian Vettel hanya satu kali menang dan dua pole position.
(Fetra Hariandja)