MARANELLO – Prinsipal Scuderia Ferrari, Mattia Binotto, memutuskan untuk tidak memiliki pembalap prioritas pada seri-seri awal Formula One (F1) 2020. Dengan demikian, maka Sebastian Vettel dan Charles Leclerc akan menyandang status yang sama di F1 GP Australia 2020, Maret mendatang.
Tim-tim F1 memang terbiasa menentukan status pembalap pertama dan kedua pada setiap awal musim. Hal itu dilakukan demi meminimalkan gesekan antara rekan setim. Pembalap yang berstatus utama tentu akan mendapat prioritas seperti strategi balapan dan juga pengembangan mobil.
Baca juga: Leclerc Ingin Tulis Ucapan Selamat Natal di Mobil Vettel
Penentuan status itu biasanya berdasarkan hasil yang dicapai kedua pembalap pada musim sebelumnya, jika susunannya masih sama. Namun, kebiasaan itu akan ditanggalkan Scuderia Ferrari pada F1 2019 sehingga Charles Leclerc dan Sebastian Vettel akan berada dalam status yang setara.
“Ketika memasuki seri perdana di Australia, kami tidak akan memiliki pembalap nomor 1. Mereka berdua bebas untuk saling bersaing di lintasan. Ketika kami memulai musim lalu, situasinya berbeda. Kami memiliki seorang pembalap berpengalaman dan seorang rookie,” ujar Mattia Binotto, dilansir dari Motorsport Total, Senin (23/12/2019).
Scuderia Ferrari tampaknya ingin belajar dari kesalahan yang dibuat pada F1 2019. Pada awal musim, The Prancing Horse mengumumkan Sebastian Vettel sebagai pembalap utama. Namun, seiring berjalannya musim, Charles Leclerc ternyata mampu bersaing dengan juara dunia F1 empat kali itu.
Di akhir musim, pembalap berpaspor Monaco itu memiliki hasil yang lebih mentereng ketimbang Vettel. Leclerc mampu mencatatkan dua kemenangan dan tujuh pole position, sementara Sebastian Vettel hanya satu kali menang dan dua pole position.
(Fetra Hariandja)