Mungkin hanya ada satu hal yang Jonatan sesali dari kekalahan 19-21 dan 12-21 dari Chen Long itu. Hal yang disesali tersebut adalah ia tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya seperti di semifinal saat melawan Anders Antonsen (Denmark). Padahal ia tahu jika bisa mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin, hasilnya siapa tahu bakal berbeda.
“Secara hasil dan poin tentu puas. Karena tahun lalu saya di perempatfinal, sekarang bisa sampai final. Tapi setiap pemain saat sudah sampai ke final pasti rasanya tanggung, tinggal satu langkah lagi. Apalagi kemarin mainnya sudah maksimal dan nggak mudah. Tapi hasilnya seperti ini, saya tetap harus bersyukur,” ungkap Jonatan, dikutip dari laman resmi PBSI, Senin (28/10/2019).
(Rivan Nasri Rachman)