Drajad pun mengatakan tujuan utama IBA masuk ke KONI agar organisasi itu bisa cepat menjadi resmi, karena mereka sangat ingin menjadi sebuah wadah untuk beladiri amatir yang ada di Indonesia. IBA ingin para petarung amatir mendapatkan perbekalan yang cukup ketika naik ke kelas pro sehingga mampu memperbaiki kualitas olahraga tersebut.
“Berdirinya Indonesia Beladiri Amatir adalah dalam rangka mewadahi seluruh beladiri amatir yang ada di Indonesia. Kita satu-satunya beladiri amatir yang selami ini berdiri. Ini adalah suatu hal yang benar-benar positif untuk merangkul semua para petarung-petarung bebas yang ada di Indonesia. Jenjang materi yang kami persiapkan ke depannya untuk menjadi pro. Jadi tidak ada lagi petarung langsung jadi pro tanpa melewati amatir,” lanjutnya.
Kendati begitu, menurut pemaparan Drajad, IBA harus melalui berbagai proses agar bisa cepat diakui oleh KONI. Salah satunya dengan melakukan berbagai kegiatan. Drajad pun mengaku sudah menyiapkan itu semua jadi persyaratan itu bukanlah masalah. Ia ingin IBA bisa diakui di tahun 2019 ini.
“Kami terlebih dahulu akan melakukan kegiatan, yang mana kami akan mengadakan pertarungan kejuaraan amatir pada 27-29 Agustus 2019 di GOR Ciracas. Selain itu, kami juga melaksanakan Rapat Kerja (Raker) untuk IBA. Kemudian kami juga melakukan coaching clinic, yang nantinya kami mengundang pelatih pelatih dan wasit-wasit internasional untuk melakukan coaching clinic di acara tersebut,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)