ARAGON – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, menyebut performanya di MotoGP 2016 dan 2017 menjadi awal musim yang buruk baginya. Meski pada akhirnya keluar sebagai juara dunia, ia mengalami kesulitan yang cukup berat pada awal musim.
Jika dibandingkan dengan performanya sejak 2013 dan 2014, Marquez mampu menunjukkan dominasinya di MotoGP. Datang dari musim yang buruk pada 2015 dengan finis ketiga klasemen akhir, The Baby Alien kembali mendapat rintangan pada awal musim 2016.
Meski telah mengoleksi dua kemenangan awal musim di Argentina dan Amerika Serikat, Marquez mengalami masalah di seri-seri balapan berikutnya. Hingga akhirnya pembalap berpaspor Spanyol itu bangkit kembali di MotoGP seri kesembilan di Jerman.
Baca juga Marquez Akui Motor Yamaha Kurang Kompetitif di MotoGP 2018
“Saya akan mengatakan bahwa yang paling rumit adalah pada 2016. Sebab ada tekanan pada awal tahun di mana kami memulai musim dengan sangat buruk dan kami datang dari tahun yang buruk. Sehingga ada lebih banyak tekanan,” ungkap Marquez, mengutip dari Paddock-GP, Senin (1/10/2018).
“Saat itu adalah tahun yang sulit. Tetapi untungnya saya dengan cepat memenangkan gelar di Jepang dengan tiga balaapn tersisa,” tambah pembalap berusia 25 tahun itu.
Begitu pun pada 2017. Pada musim tersebut terlihat jelas bahwa Marquez akan sulit untuk mempertahankan gelar. Tercatat, hanya satu kemenangan saja yang mampu diraih Marquez sebelum akhirnya kembali menunjukkan dominasi di MotoGP Jerman yang merupakan seri kesembilan.
“Tetapi ada bagian pertama yang sangat sulit, maka itu ada pada 2017. Kami memulai dengan buruk dan ketika kami memulai dengan buruk kami akan memiliki musim yang sulit,” pungkasnya.
(Bagas Abdiel)