“Saya tidak bisa mempercayai sekelompok orang seusia saya menyaksikan pertandingan rugby di abad ke-21 ini dengan melemparkan ucapan jahat, kotor, rasis, pelecehan homophobic kepada wasit yang mengaku gay,” terang surat pembaca yang diterbitkan The Guardian.
Meski RFU menegaskan isu di Twickenham merupakan kasus yang sangat langka, namun hal tersebut tak menghalangi mereka untuk menanggapinya setengah-setengah.
“RFU mengutuk segala bentuk diskriminasi. Tak melihat usia, jender, kemampuan, ras, agama, etnis, warna kulit, negara, status sosial, atau orientasi seksual, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati laga persekutuan rugby, di dalam maupun di luar lapangan. Di semua level ataupun peran,” lanjut RFU.
(Fetra Hariandja)