JAKARTA - Untuk kedua kalinya -setelah 1995, Indonesia menjadi tuan rumah turnamen World Chinese Basketball Tournament. Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng mengatakan kesempatan tersebut berpotensi memajukan olahraga di Indonesia.
World Chinese Basketball digelar di Jakarta Internasional Expo (JIExpo), pada 27-30 November. Turnamen ini tidak diikuti oleh atlet-atlet profesional, melainkan kalangan pengusaha dan pebisnis dari etnis China. Turnamen tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok usia, mulai 35 hingga 70 tahun.
“Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia menjadi tuan rumah. Mudah-mudahan hal ini bisa menginspirasi masyarakat Tionghoa di Indonesia untuk terus berolahraga dan menyumbang atlet-atlet di berbagai cabang olahraga,” ujar Andi pada acara pembukaan turnamen World Chinese Basketball di JIEXPO, Selasa (27/11/2012).
“Sejak dulu, banyak sekali atlet-atlet nasional yang berasal dari Tionghoa. Maka, dengan adanya sumbangsih dari mereka diharapkan Indonesia bisa lebih kuat lagi,” sambung pria asal Sulawesi Selatan tersebut.
Andi juga mengatakan bahwa diselenggarakannya ajang internasional yang mendatangkan peserta dari berbagai belahan dunia tersebut bisa memberi dampak positif bagi pariwisata Indonesia. Ia pun berharap para peserta bisa menikmati kunjungannya ke Tanah Air.
“Ini juga kesempatan bagus bagi pariwisata Indonesia, karena ada sekitar 3 ribu atlet yang akan bertanding. Dan, mudah-mudahan mereka (para atlet mancanegara) juga bisa menikmati pesona alam Indonesia. Baik (keramahan) masyarakatnya, budayanya, maupun kulinernya,” pungkas Andi.
(Aditya Putra)