JAKARTA - "Tanpa ada campur tangan pemerintah, mustahil olahraga berkembang". Kalimat tersebut terlontar dari mulut Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) Gugun Yudinar.
Pria yang telah menyisihkan dana dan waktu untuk bisbol dan sofbol Indonesia ini memprediksi prestasi cabang olahraga yang diasuhnya akan terus menurun. Penilaian tersebut berpeluang besar terjadi bila campur tangan pemerintah melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemennegpora) tidak maksimal.
Menurut Gugun, merosotnya prestasi olahraga Indonesia selama ini selalu terkait dengan terbatasnya dana pembinaan. Sebagai contoh, Perbasasi hanya menerima Rp84 juta per tahun. Padahal kebutuhan Perbasasi selama setahun Rp4-Rp5 miliar. Selain untuk akomodasi mengikuti laga internasional, dana tersebut juga dialokasikan untuk 27 pengurus daerah di Indonesia.
"Selama mampu, kami tidak akan mengeluh. Kami selalu memutar otak mencari solusinya. Tapi, kemampuan kami terbatas. Apalagi, prestasi sangat mahal harganya," kata Gugun kepada okezone di Jakarta,Jumat (10/7/2009).
Gugun mencontohkan bagaimana maksimalnya pemerintah China dalam memperhatikan dunia olahraga. Bila sudah masuk squad timnas, maka atlet di China, khususnya cabang bisbol dianggap pemerintah sebagai pekerja dan mendapat gaji sesuai profesinya.
"Dengan demikian, mereka tidak memikirkan hal lain. Para atlet di China hanya fokus mengamankan posisinya di timnas. Mereka dengan kesadaran sendiri menjalani latiahan. Sehingga hasil yang dicapai atlet China maksimal," paparnya.
PB Perbasasi juga menyatakan sudah bertemu Mennegpora Adhyaksa Dault dan menceritakan persoalan klasik yang tengah dihadapi.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang berbagai program atlet sofbol dan bisbol, termasuk rencana bertanding. Beberapa hari ke depan, sofbol putra akan mengikuti Kejuaraan Dunia di Canada dan bisbol putra Indonesia menuju Jepang untuk bertarung di Kejuaraan Asia.
"Minimal Mennegpora memberikan suntikan moral kepada atlet dan pelatih. Intinya, yang berwenang memikirkan atlet, ya tolong dipikirkan. Prestasi itu mahal. Bila ingin berprestasi, ya bantu secara maksimal," pungkasnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari