JAKARTA - Timnas sofbol putra Indonesia akan menghadapi Kejuaraan Dunia ke-12 di Saskatoon, Canada, 17-26 Juli 2009. Pengurus Besar Perserikatan Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) berharap tim Merah Putih bisa menembus 12 besar.
Sesuai jadwal, kejuaraan sofbol termegah di planet bumi ini akan diikuti 16 negara. Pertandingan sendiri akan berlangsung di dua arena yaitu Stadion Van Impe dan Gordon Howe Park.
Ketua Umum PB Perbasasi Gugun Yudinar mengatakan, sofbol Indonesia tidak ingin berpikir muluk-muluk. Apalagi, Kejuaraan Dunia ini lebih dijadikan ajang persiapan sebelum bertarung pada SEA Games 2011.
"Tentunya kami ingin target yang ditentukan realistis. Dengan persiapan hanya dua pekan, menduduki peringkat 12 sudah baik. Kemudian, semua pemain juga tengah fokus mengikuti liga yang masih berlangsung," kata Gugun kepada okezone di Jakarta, Jumat (10/7/2009).
Gugun menjelaskan, langkah Indonesia dalam meraih tiket Kejuaraan Dunia sangat berat. Anak asuh Imed Rahmat ini harus bersaing dengan negara lain di Asia dalam babak kualifikasi di Jepan pada 2006. Fantastis, Indonesia bertengger di urutan ketiga. Secara otomatis Indonesia meraih tiket ke Canada karena quota Asia tiga negara.
Selain Indonesia, Benua Asia juga diwakilkan Jepang dan Filipina. Kedua negara ini merupakan macan Asia di dunia sofbol. Di Asia Tenggara, dominasi Filipina sulit dihentikan.
"Perjuangan yang dilalui para pemain sangat sulit. Kami harus bekerja keras. Indonesia juga wajib ikut Kejuaraan Dunia, karena menjadi salah satu wakil Asia," lanjut adik kandung mantan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar ini.
Seandainya Indonesia tidak tampil di Kejuaraan Dunia, sudah pasti Konfederasi Sofbol Asia (SCA) akan menjatuhkan sanksi. Jatah Asia di Kejuaraan Dunia berikutnya hanya dua negara. Sehingga, penalti tersebut secara langsung merugikan negara Asia.
"Memang peraturan tersebut menjadi kendala tim. Kami membutuhkan dana yang besar menuju Canada. Tapi kami akan all out demi mengharumkan nama bangsa," imbuhnya.
Menganai persiapan, Gugun mengaku sekira 60 persen penghuni timnas sudah terbiasa dengan kejuaraan besar. Namun 40 persen lainnya merupakan pemain muda yang diproyeksikan jangka panjang," pungkasnya.
(
fmh)