Advertisement
Advertisement

Cabor Dayung Dicoret dari SEA Games 2027, PB PODSI Desak Indonesia Protes!

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 04 November 2026 |09:44 WIB
Cabor Dayung Dicoret dari SEA Games 2027, PB PODSI Desak Indonesia Protes!
Cabang olahraga dayung tidak akan dipertandingkan di SEA Games 2027. (Foto: Instagram/@porprovbekasikota2026)
A
A
A

PENGURUS Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menyatakan keberatan atas keputusan pencoretan cabang olahraga (cabor) dayung dari SEA Games 2027 di Malaysia. Mereka meminta pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengajukan nota keberatan resmi agar keputusan tersebut dapat ditinjau kembali.

Keputusan tidak dipertandingkannya dayung, yang mencakup rowing, canoeing, dan traditional boat race, disahkan dalam sidang Southeast Asian Games Federation (SEAGF) pada 30 Oktober 2026 di Bangkok. Dalam sidang tersebut, sebanyak 43 cabang olahraga dengan total 473 nomor pertandingan ditetapkan untuk SEA Games 2027 yang berlangsung pada 18-29 September.

La Memo, atlet dayung andalan Indonesia. (Foto: Instagram/@nyong.memo95)
La Memo, atlet dayung andalan Indonesia. (Foto: Instagram/@nyong.memo95)

Selain dayung, sejumlah cabang olahraga lainnya juga tidak masuk dalam daftar pertandingan. Cabang yang turut dicoret meliputi gulat, kickboxing, jujitsu, surfing, catur, dan bola tangan.

1. Rugikan Indonesia

PB PODSI menilai keputusan tersebut merugikan Indonesia karena dayung selama ini menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen Merah Putih. Pencoretan ini juga berdampak terhadap negara-negara Asia Tenggara yang tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional, termasuk Olimpiade.

Catatan prestasi tim dayung Indonesia di SEA Games menunjukkan kontribusi yang konsisten dalam perolehan medali. Pada edisi 2015 di Singapura, Indonesia berhasil mengoleksi 13 medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu, kemudian meraih 10 emas, empat perak, dan tiga perunggu pada SEA Games 2019 di Filipina.

Prestasi tersebut berlanjut pada SEA Games 2021 di Vietnam dengan raihan 14 emas, 14 perak, dan tiga perunggu. Sementara pada SEA Games 2023 di Kamboja, tim dayung mengumpulkan tiga emas, satu perak, dan empat perunggu, sebelum kembali meraih sembilan emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand.

Dengan rekam jejak tersebut, PB PODSI menilai pencoretan dayung akan mengurangi peluang Indonesia menambah medali pada SEA Games 2027. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi target kontingen Merah Putih untuk menempati posisi dua besar klasemen akhir.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement