
Luka bakar kerap dialami pembalap saat tergelincir di aspal pada kecepatan tinggi, meski sudah mengenakan pakaian pelindung berteknologi canggih. Selain itu, luka lecet atau abrasi juga bisa terjadi ketika pembalap terjatuh dan terseret di permukaan lintasan.
Gesekan dengan aspal dapat membuat kulit robek, sekalipun pakaian balap sudah dirancang untuk mencegah cedera tersebut. Kendati demikian, cedera tetap menjadi bagian yang tak terhindarkan dari olahraga ekstrem ini.
Kemampuan pembalap untuk pulih dengan cepat pun menjadi faktor penting dalam menunjang performa mereka di lintasan. Apalagi, luka lecet bisa meninggalkan bekas yang cukup terlihat di tubuh.

Bahu menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan cedera karena pembalap cenderung mendarat dengan bahu saat terjatuh. Pada kasus yang lebih parah, ligamen di sekitarnya dapat robek. Dislokasi bahu pun termasuk cedera yang kerap dialami pembalap MotoGP.
Selain itu, benturan keras pada bahu juga berpotensi menyebabkan patah tulang di area tersebut. Cedera bahu umumnya memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama, disertai rehabilitasi untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.