MENGAPA legenda MotoGP Valentino Rossi pakai nomor 46 untuk motornya? Nomor itu sudah dipakai Valentino Rossi sejak debut di Grand Prix pada 1996 dan menemaninya selama 26 musim, termasuk memenangkan sembilan gelar juara dunia.
MotoGP kemudian memensiunkan nomor tersebut lewat upacara di Sirkuit Mugello pada 28 Mei 2022. Lantas, dari mana sebenarnya asal usul nomor 46 yang begitu melekat pada The Doctor?
Sejauh ini, ada dua versi mengenai alasan Valentino Rossi memutuskan menggunakan nomor 46. Salah satunya karena Valentino Rossi terinspirasi oleh sang ayah, yakni Graziano Rossi.
Graziano memakai nomor 46 saat menang tiga balapan bersama Morbidelli 250 pada 1979, tahun kelahiran Valentino. Versi ini pernah diungkapkan Rossi sendiri dalam wawancara dengan Rai1, seperti yang terdapat dalam laman Fanpage. “46 adalah nomor yang digunakan ayah saya untuk memenangkan balapan Kejuaraan Dunia pertamanya di Rijeka, Yugoslavia, pada 1979, tahun kelahiran saya,” kata Rossi.
Jejak nomor 46 di motor Rossi sebenarnya bermula pada 1992. Saat itu, Valentino Rossi melakoni debut di Sirkuit Misano pada ajang Italian Minibike Endurance Championship. Ia meminjam motor Aprilia 125 cc dari dua pembalap bersaudara, Marco dan Maurizio Pagano. Ketiganya turun di kelas berbeda, tetapi memakai motor yang sama dengan nomor 46. Marco dan Maurizio memilih nomor itu karena terpukau dengan pembalap asal Jepang yang memakai angka serupa. Valentino Rossi lalu kemudian menggunakan nomor 46 di Kejuaraan Italia dan Eropa hingga 1995. Saat memasuki Grand Prix kelas 125 cc pada 1996, ia memilih mempertahankan nomor tersebut.
Namun, penjelasan soal sang ayah ternyata tidak sepenuhnya dibenarkan Graziano. Dalam wawancara dengan Rossini TV, Graziano mengungkapkan alasan yang berbeda. “Saya tidak selalu balapan dengan nomor 46. Orang-orang berpikir dari situlah pilihan nomornya berasal, tetapi sebenarnya alasannya berbeda,” tegas Graziano.
Graziano lalu membeberkan cerita di balik pilihan nomor tersebut. “Sebagai seorang anak, Valentino selalu menonton balapan Jepang di tengah malam, dan di salah satu balapan tersebut, seorang pembalap yang memulai dari posisi terakhir, yang mengenakan nomor 46, menang, dan dari situlah ia memilihnya sebagai nomornya sendiri,” jelasnya.
“Dan fakta bahwa saya juga menggunakannya adalah kebetulan yang menguntungkan,” lanjut Graziano.