PROFIL Jorge Martin menarik untuk diulas. Sebab, pembalap MotoGP ini dijuluki Martinator.
Nama Jorge Martín sudah tidak asing bagi para penggemar MotoGP. Pembalap asal Spanyol yang berjuluk The Martinator ini dikenal sebagai salah satu talenta paling disegani di lintasan.
Kecepatannya di atas motor, dipadukan dengan gaya balap agresif namun presisi, menjadikannya ancaman serius bagi para pesaing. Reputasinya kian menguat setelah mengukir sejarah sebagai juara dunia MotoGP 2024 bersama tim satelit Pramac Ducati.

Pembalap ini memiliki nama lengkap Jorge Martín Almoguera. Ia lahir di Madrid, Spanyol, pada 29 Januari 1998 dan berzodiak Aquarius.
Jorge Martin merupakan putra dari pasangan Susana Almoguera dan Angel Martín. Dalam kehidupan pribadinya, ia menjalin hubungan dengan Maria Monfort.
Dengan tinggi badan 168 cm dan berat badan 63 kg, sang pembalap aktif di media sosial lewat akun Instagram @89jorgemartin, Twitter @88jorgemartin, serta Facebook dengan nama Jorge Martín Almoguera.
Martin terjun ke dunia balap profesional pada 2012 lewat ajang Red Bull Rookies Cup. Di kejuaraan debutnya itu, ia tampil stabil dengan beberapa kali merebut kemenangan dan podium.
Namun, laju positifnya terhenti ketika cedera menghampirinya di tengah musim dan membuat performanya menurun. Kendati demikian, Martín tidak larut dalam keterpurukan.
Berbekal tekad kuat, Martin berjuang memulihkan diri hingga akhirnya kembali ke lintasan setelah satu tahun menjalani pemulihan penuh. Sekembalinya, ia langsung menunjukkan tajinya dengan finis di posisi runner-up.
Memasuki 2014, performanya semakin menjanjikan. Ia membukukan 10 podium, enam diantaranya berupa kemenangan. Prestasi tersebut menarik minat Mahindra Mapfre Aspar Team, yang kemudian merekrutnya untuk berlaga di Moto3.
Pada 2017, Martín berpindah ke Del Conca Gresini Racing dan sukses menyentuh podium sembilan kali. Cedera sempat kembali mengganggunya di pertengahan musim, tetapi tidak mengurangi ketajamannya.
Dalam kondisi tersebut, Martin justru tampil gemilang dan keluar sebagai pemenang di GP Valencia 2017. Hasil itu mengerek posisinya ke peringkat empat klasemen akhir Moto3.
Kemampuan beradaptasi yang cepat akhirnya mengantarkan Martín promosi ke kelas MotoGP pada musim 2021 bersama Prima Pramac Racing. Di balik kecepatannya di lintasan, sang pembalap menyimpan sejumlah fakta menarik.
Setiap kali memenangi balapan, pembalap asal Spanyol ini selalu mengikatkan bendera negaranya di punggung sebagai simbol kebanggaan. Di luar sirkuit, Martín gemar bermain snowboard dan kerap menyalurkan hobi tersebut di sela jeda kompetisi.
Martin juga menyukai seni tato, dengan sekitar 15 tato menghiasi tubuhnya. Dalam pergaulan, ia dikenal akrab dengan sesama pembalap, Aleix Espargaró, yang tampak dari kebiasaan keduanya bersepeda bersama.
Jorge Martin merupakan pengagum setia Valentino Rossi. Ia rutin menyaksikan balapan sang legenda dan memiliki banyak foto bersamanya, salah satunya diambil di Valencia pada 2006.

Namun, perjalanan karirnya tidak selalu mulus. Pada 2013, Martín nyaris memutuskan berhenti dari dunia balap akibat kendala ekonomi. Tapi, kini semuanya sudah berubah.
Berdasarkan laporan data yang beredar, Jorge Martín diperkirakan menerima gaji sebesar USD2 juta per tahun atau setara Rp30,57 miliar. Angka tersebut belum termasuk bonus kemenangan maupun hasil dari performanya di lintasan.
Di luar balapan, belum ada informasi yang menyebutkan jenis maupun nilai bisnis yang dijalankan Martín. Pendapatan dari sponsor dan endorsement juga belum diketahui secara pasti, meski diperkirakan mencapai USD500 ribu atau sekira Rp 7,64 miliar.
Adapun total kekayaan bersih Martín ditaksir berada di kisaran US8-10 juta, atau setara Rp 122,28-152,85 miliar. Semua itu didapat berkat kerja keras dan jerih payah di lintasan.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.