Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Pevoli Pantai Bintang Akbar yang Optimistis Raih Emas Asian Games 2026 jika Tak Cedera

Ramdani Bur , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |01:05 WIB
Kisah Sedih Pevoli Pantai Bintang Akbar yang Optimistis Raih Emas Asian Games 2026 jika Tak Cedera
Bintang dan Sofyan harus puas raih perak Asian Games 2026. (Foto: Instagram/@timindonesiaofficial)
A
A
A

KISAH sedih Pevoli Pantai Indonesia, Bintang Akbar, yang optimistis raih emas Asian Games 2026 jika tak cedera akan diulas Okezone. Bintang Akbar yang berpasangan dengan Sofyan Rachman Efendi, menembus final cabang olahraga voli pantai putra pada Sabtu, 3 Oktober 2026 siang WIB.

1. Unggul di Set Pertama

Di partai puncak, mereka bertemu juara bertahan asal Qatar, Cherif Younousse/Ahmed Tijan. Lewat perjuangan keras, pasangan Indonesia sempat membuka peluang besar meraih medali emas setelah memenangkan set pertama dengan skor 21-19.

Bintang Akbar mengalami cedera di final Asian Games 2026. (Foto: Instagram/@indonesian_volleyball)
Bintang Akbar mengalami cedera di final Asian Games 2026. (Foto: Instagram/@indonesian_volleyball)

Bermain agresif sejak awal, Bintang/Sofyan mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan pada akhir set. Namun, situasi berubah pada set kedua ketika Bintang mengalami cedera pada bagian engkel setelah terjadi kontak dengan pemain Qatar saat melakukan blok.

Kondisi itu membuat pergerakan Bintang menjadi terbatas. Meski sempat mendapatkan medical time out dan berusaha melanjutkan pertandingan, cedera tersebut memengaruhi kemampuan Bintang untuk melakukan lompatan dan bertahan secara maksimal.

Qatar kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut set kedua dengan skor 21-16 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, pasangan Qatar kembali tampil dominan dan mengamankan kemenangan dengan skor 15-8, sekaligus memastikan medali emas.

Pelatih tim voli pantai Indonesia, Andy Ardyansyah, mengatakan strategi yang disiapkan tim pelatih sebenarnya berjalan sesuai rencana, terutama setelah Indonesia mampu mengamankan set pertama.

“Untuk pertandingan ini kami sudah mengatur strategi dari tim pelatih dan sebenarnya sudah berjalan sesuai instruksi. Chance untuk menang juga kelihatan, karena set pertama sudah kami ambil,” ujar Andy.

Namun, cedera yang dialami Bintang menjadi faktor yang sulit dihindari. Andy menyebut kondisi tersebut sangat memengaruhi performa tim pada dua set berikutnya.

“Yang tidak terduga adalah Bintang mengalami cedera ankle sampai tidak bisa berjalan dengan normal. Itu menjadi salah satu faktor karena rasa sakitnya membuat defense tidak bisa maksimal,” katanya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement