JAKARTA - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pengurus Besar Persatuan Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) resmi dimulai di iNews Tower, lantai 4, Jakarta Pusat, sejak 5-11 September 2026. Hal itu ditandai break shot yang dilakukan Ketua Umum (Ketum) PB POBSI Hary Tanoesoedibjo.
Kejurnas PB POBSI kali ini diikuti 28 provinsi. Total terdapat 189 atlet yang akan unjuk kualitas dalam ajang dengan total hadiah Rp 100 juta tersebut.
Hary Tanoesoedibjo mengatakan, PB POBSI terus memberikan wadah untuk atlet dapat terus mengasah kemampuan. Kejurnas menjadi agenda tahunan untuk melihat perkembangan para atlet dari berbagai provinsi.
"Ya harapannya prestasinya bisa lebih baik ya, mainnya bisa lebih bagus. Karena selama kepengurusan POBSI ini di bawah saya, kami banyak menyelenggarakan turnamen," kata Hary Tanoesoedibjo usai membuka Kejurnas PB POBSI, Sabtu (5/9/2026).
"Bukan hanya daerah, tapi nasional praktis setiap tahun. Untuk Kejurnas hanya waktu Covid tahun 2020 waktu itu memang tidak kita selenggarakan. Bahkan kejuaraan dunia pun kami selenggarakan. Kejuaraan Indonesia Open pun yang terbuka seluruh dunia, kami selenggarakan," tuturnya.
Menurutnya, PB POBSI akan terus berupaya melahirkan atlet potensial yang nantikan akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Jadi, diharapkan para atlet memaksimalkan kejurnas ini sebagai wadah meningkatkan level permainan.
"Jadi, harapannya pasti semua ini arahnya bagaimana biliar bisa lebih baik untuk Indonesia dan bisa menciptakan atlet-atlet yang memiliki prestasi dunia," ujarnya.
Hary Tanoesoedibjo mengatakan, ada beberapa provinsi yang absen dalam kejurnas kali ini. Namun, hal tersebut tidak mengurangi level kompetisi yang akan berlangsung.
"Iya, ada 28 provinsi ikut, 9 provinsi tidak ikut, satu provinsi Sulbar (Sulawesi Barat) memang belum terbentuk kepengurusan," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.