Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polemik Penggalangan Dana Atlet Tunarungu, Kemenpora Tegaskan Paralimpiade Target Utama Olahraga Disabilitas

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |08:19 WIB
Polemik Penggalangan Dana Atlet Tunarungu, Kemenpora Tegaskan Paralimpiade Target Utama Olahraga Disabilitas
Polemik Penggalangan Dana Atlet Tunarungu, Kemenpora Tegaskan Paralimpiade Target Utama Olahraga Disabilitas (Cikal Bintang)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan Paralimpiade menjadi sasaran utama dalam pembinaan olahraga disabilitas Indonesia. Karena itu, dukungan terhadap keikutsertaan atlet dalam kejuaraan internasional diarahkan untuk menunjang proses menuju ajang olahraga tertinggi tersebut.

1. Paralimpiade Target Utama

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan setiap kejuaraan dunia yang diikuti atlet disabilitas memiliki tujuan penting dalam pengumpulan poin dan menaikkan peringkat. Hasil dari kompetisi tersebut diharapkan dapat membantu atlet memenuhi persyaratan kualifikasi menuju Paralimpiade.

"Kejuaraan dunia yang diikuti teman-teman cabang olahraga disabilitas sebagai ajang untuk memperoleh poin dan peringkat agar bisa lolos kualifikasi pada Paralimpiade," ujar Surono di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Surono menyampaikan hal itu merespons polemik mengenai penggalangan dana mandiri oleh atlet tunarungu yang akan mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia, pada 3-10 Oktober. Ajang tersebut diketahui diorganisasi oleh Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin).

Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia. (Foto: Instagram/patrin_iada)
Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia. (Foto: Instagram/patrin_iada)

2. Penggalangan Dana

Menurut Surono, kompetisi yang akan berlangsung di Malaysia itu memiliki sifat festival. Sebab itu, status ajang tersebut belum tentu diakui federasi internasional yang menaungi olahraga tunarungu yakni International Committee of Sports for the Deaf (ICSD).

Kemenpora, lanjut Surono, memprioritaskan dukungan bagi pengiriman atlet menuju kejuaraan resmi yang berada di bawah federasi internasional. Pertimbangan utama adalah dampak kompetisi terhadap perolehan poin dan peringkat atlet dalam jalur menuju Paralimpiade.

"Apabila di situ ada poin untuk yang khususnya disabilitas, khususnya untuk yang babak kualifikasi Paralimpiade, maka itu yang kita utamakan," ucap Surono.

 

Tahun 2026 hingga 2027 menjadi periode penting bagi atlet disabilitas untuk mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Pada masa tersebut, para atlet memiliki kesempatan mengumpulkan poin sekaligus menjalani tahapan kualifikasi menuju Paralimpiade.

Surono menjelaskan penentuan kejuaraan yang akan diikuti federasi tidak dilakukan secara terpisah. Setiap agenda harus melalui proses konsolidasi dan perencanaan bersama antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan Kemenpora.

Dukungan pemerintah akan diprioritaskan kepada cabang olahraga dan atlet yang memiliki peluang meraih prestasi. Selain Paralimpiade sebagai target utama, Indonesia juga memiliki sasaran antara melalui ASEAN Para Games dan Asian Para Games.

Kemenpora memastikan dukungan terhadap NPC Indonesia akan terus diberikan, baik dalam bentuk pendanaan maupun penyediaan fasilitas. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu atlet disabilitas Indonesia menjaga prestasi hingga mampu bersaing di panggung olahraga dunia.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement