CABANG olahraga teqball akan mencatatkan sejarah dengan menjalani debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski tergolong olahraga yang relatif baru berkembang di Indonesia, teqball dinilai memiliki potensi memberikan kejutan dan menyumbangkan medali bagi Tim Indonesia pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
Optimisme itu disampaikan Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) sekaligus Wakil Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Harry Warganegara, saat melakukan visitasi ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Teqball di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Surabaya, Jawa Timur.
Dalam visitasi tersebut, Harry berdialog dengan jajaran pengurus, pelatih, serta para atlet untuk melihat secara langsung kesiapan Timnas Teqball Indonesia menjelang keberangkatan ke Jepang.
Teqball merupakan olahraga yang memadukan keterampilan sepakbola dengan permainan di atas meja melengkung. Permainannya yang cepat dan atraktif membuat teqball semakin berkembang di kancah internasional.
Harry menilai perkembangan teqball di Indonesia menunjukkan tren yang positif. Terlebih, sejumlah prestasi internasional yang telah ditorehkan para atlet menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Asian Games 2026.
“Melihat rekam jejak prestasinya, teqball punya peluang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 nanti,” ujar Harry.