Meski berstatus tim independen dengan sumber daya terbatas, ia mampu tampil jauh lebih superior dibandingkan dua rider pabrikan Honda kala itu, yaitu Wayne Gardner dan debutan Mick Doohan.
Dominasi pembalap independen kembali tersaji pada musim 1982 melalui aksi gemilang pebalap asal Italia, Franco Uncini. Menggantikan posisi Marco Lucchinelli, Uncini tampil konsisten di atas motor RG500 bersama tim satelit Gallina Suzuki.
Berbekal lima kemenangan dari 12 seri balapan yang dihelat, ia sukses mengumpulkan 103 poin untuk mengamankan satu-satunya gelar juara dunia sepanjang karier Grand Prix-nya.
Catatan sejarah sebagai pembalap pertama yang membawa tim satelit Suzuki meraih takhta tertinggi di kelas premier dicatatkan oleh Marco Lucchinelli. Pada musim 1981, rider asal Italia ini tampil sangat dominan di atas lintasan dengan meraup lima kemenangan dari 11 seri balapan yang diperlombakan.
Penampilan impresif bersama Gallina Suzuki tersebut sukses mengantarkannya mengalahkan para rider pabrikan tangguh seperti Randy Mamola dan Graeme Crosby.
Membuka daftar para pendobrak dominasi pabrikan, King Kenny menjadi pembalap satelit sekaligus pebalap asal Amerika Serikat pertama yang merajai kejuaraan dunia Grand Prix pada tahun 1978.
Menggeber motor Yamaha OW35 500 dengan ciri khas warna kuning, hitam, dan putih, ia dikontrak langsung oleh Yamaha USA. Dengan strategi dan kepiawaian balapnya, ia sukses membungkus empat kemenangan dan mengalahkan juara bertahan Barry Sheene serta para rider tim pabrikan utama Jepang.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.