PUTARAN pertama The Indonesian Pro-Am 2026 diikuti 98 tim yang masing-masing terdiri satu pegolf profesional dan amatir bergulir di dua lapangan Gunung Geulis Country Club (West & East Course), Rabu (19/8/2026). Mereka bermain secara bergantian.
Turnamen yang terselenggara berkat kolaborasi Combiphar & Nomura itu, ada dua tim berhasil memuncaki klasemen. Pegolf Thailand Jazz Janewattananond, yang berpasangan dengan amatir Indonesia Matthew Wanandi, mencatat skor tim -13 dan catatan serupa juga torehan pasangan Waris Manthorn (Thailand) dan Steven Dirga Setya (Indonesia).
Keduanya unggul dua pukulan atas empat tim yang sama-sama mengoleksi 11-di bawah-par. Mereka adalah Ayoub Lguirati/Alvin Wahyudi, Nguyen Nhat Long/Agus Budiman, Kelvin Si/Gani Arieldi, serta Liu Yung Hua/John Baey.

Akan tetapi, catatan tersebut berbeda dalam nomor individual. Pasalnya, pegolf Maroko Ayoub Lguirati tampil nyaris sempurna di East Course dengan mencatatkan 62 pukulan atau 9-di bawah-par.
Itu sekaligus mencetak course record untuk satu putaran dalam penyelenggaraan Asian Development Tour (ADT) di lapangan tersebut. Ia membuat sembilan birdie tanpa sekalipun kehilangan pukulan melalui bogey.
“Saya sangat senang dengan cara saya bermain, dan terutama dengan cara kami menangani course ini. Saya membukukan 9 birdie dan tanpa bogey. Ini adalah skor terbaik saya di pertandingan,” ujar Lguirati dalam keterangannya.
“Ini pun merupakan event pertama saya dengan kedi Mohsen. Ia melakukan pekerjaan yang luar biasa hari ini. Jadi, saya sangat senang,” tambahnya.
Dengan skor 62, Lguirati kini berdiri sendirian di puncak klasemen individual. Dua pegolf Amerika Serikat membuntuti dari belakang. Tim Nielsen berada di posisi kedua dengan 63 pukulan (-8), sedangkan Nathan Han menempati peringkat ketiga dengan 64 pukulan (-7).
Sementara itu, wakil Indonesia Kevin Caesario Akbar membuka turnamen dengan performa solid dan langsung masuk jajaran lima besar. Ia menutup putaran pertama dengan 65 pukulan atau 6-di bawah-par.