
Ferly menilai hasil try out tersebut memberikan gambaran mengenai kekuatan calon lawan di Asian Games 2026. Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei menjadi tiga negara yang dinilai masih dominan dalam persaingan soft tennis Asia.
“Dari try out di Korea, kami sudah mendapatkan gambaran calon lawan yang akan dihadapi di Asian Games. Jepang, Korea, dan China Taipei masih menjadi negara yang cukup dominan di cabang soft tennis,” jelas Ferly.
Timnas Soft Tennis Indonesia akan menurunkan tujuh atlet yang terdiri atas lima putra dan dua putri di Asian Games 2026. Mereka akan tampil di lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.
Untuk Asian Games 2026, Timnas Soft Tennis Indonesia mematok target tiga medali. Target tersebut terdiri atas dua medali perak dan tambahan satu perunggu dari nomor beregu putra, ganda campuran, atau tunggal putri.
Salah satu atlet Timnas Soft Tennis Indonesia, Tio Juliandi Hutauruk, menyatakan persiapan yang dijalani bersama rekan-rekannya telah dilakukan secara maksimal. Atlet asal Jawa Barat tersebut akan tampil di nomor tunggal putra dan beregu.
“Persiapan Asian Games ini sudah kami lakukan dengan matang. Latihan juga kami maksimalkan dan kebutuhan selama pelatnas cukup. Karena sudah tidak ada turnamen lagi, sekarang kami fokus memaksimalkan latihan,” ujar Tio.
Tio tidak ingin membebani dirinya dengan target angka tertentu saat tampil di Asian Games 2026. Menurutnya, memberikan penampilan maksimal untuk Indonesia menjadi hal yang paling utama.
“Sebagai atlet tentu kami ingin memberikan hasil yang terbaik untuk Asian Games ini. Apa pun hasilnya, perunggu, perak, atau emas, yang terpenting kami bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tukasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.