KESERIUSAN Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dalam meningkatkan prestasi taekwondo Indonesia terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis. Federasi olahraga yang dipimpin Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon itu mendatangkan pelatih asing untuk menangani atlet-atlet pemusatan latihan nasional dalam mempersiapkan tim terbaik menuju 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
PBTI mendatangkan pelatih asal Iran, Erfan Heydaari, untuk menangani nomor kyorugi atau tarung. Erfan merupakan mantan atlet tim nasional Iran pada 2017–2021. Ia pernah meraih medali perak Asian Senior Championships 2018, serta medali perunggu Asian Club Championships 2019 dan Asian President’s Cup 2019.
“Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, memiliki misi besar untuk taekwondo Indonesia. Karena itu, kami diminta memantau peta kekuatan dunia untuk mencari pelatih terbaik yang dapat menangani pelatnas. Berdasarkan kajian bidang pembinaan prestasi, taekwondo Iran menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Ketua Umum kemudian meminta agar nomor kyorugi ditangani langsung oleh pelatih asal Iran,” kata Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian.
PBTI telah menempa 31 taekwondoin dalam program pelatnas yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur. Mereka terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae yang diseleksi berdasarkan hasil rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.
“Kami sudah mempersiapkan diri sejak Februari. Taekwondo Indonesia memiliki program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya dan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships yang menjadi target pertama kami. Kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik,” kata Erfan.
Sementara itu, atlet kyorugi Muhammad Bassam Raihan mengaku semakin termotivasi dengan kehadiran pelatih anyar tersebut. Ia menilai Erfan memberikan berbagai masukan positif untuk memperbaiki teknik, strategi, dan serangannya.