SIRKUIT Sachsenring, Jerman, bersiap menjadi saksi perjuangan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada lanjutan seri Moto3 yang akan digelar pada 10-12 Juli 2026. Setelah hasil mengecewakan akibat terjatuh dan gagal finis di seri Belanda sebelumnya, rider asal Gunungkidul ini mengusung misi bangkit demi mengamankan posisi di klasemen.
Sachsenring sendiri bukanlah trek yang asing bagi Veda, melainkan salah satu lintasan favoritnya. Saat masih berkompetisi di ajang Red Bull Rookies Cup pada Juli 2025 lalu, rider berbakat ini menorehkan memori manis dengan finis keempat di balapan pertama, sebelum akhirnya sukses merebut podium tertinggi sebagai juara di balapan kedua.
Karakter sirkuit sepanjang 3,67 kilometer yang didominasi oleh 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan ini menuntut kelincahan serta manajemen ban yang prima. Veda mengaku telah memetik pelajaran berharga dari insiden di Sirkuit Assen dan siap tampil lebih cerdas dalam mengelola situasi balapan di Jerman nanti.
Jelang balapan akhir pekan ini, sorotan tertuju pada persaingan ketat antara Veda Ega Pratama dengan rival sengitnya asal Malaysia, Hakim Danish. Duel sesama pembalap muda Asia Tenggara ini kian memanas mengingat keduanya saat ini mengoleksi jumlah poin yang sama persis, yaitu 82 poin.
Dalam klasemen sementara, Danish menempati peringkat keenam karena unggul dalam catatan podium sepanjang musim ini, sementara Veda berada di posisi ketujuh. Selain berebut posisi papan tengah, keduanya juga tengah terlibat persaingan sengit dalam memburu gelar Rookie of the Year, yang saat ini masih dipimpin oleh Brian Uriarte dengan 102 poin.
Mengingat selisih angka yang sangat rapat di papan klasemen, hasil di seri Jerman dipastikan bakal mengubah peta persaingan secara signifikan. Sementara posisi puncak klasemen masih kukuh digenggam oleh pembalap asal Spanyol, Maximo Quiles, tambahan poin penuh di Sachsenring akan membuka peluang besar bagi Veda untuk menembus jajaran lima besar dunia.
Demi menjamin performa optimal, Veda langsung melakoni program persiapan intensif bersama skuad Honda Team Asia sekembalinya dari Belanda. Salah satu porsi latihan yang dilahap pebalap asal Yogyakarta ini adalah memacu motor berkapasitas mesin lebih besar guna meningkatkan kondisi fisik, kekuatan tubuh, serta kontrol teknik di lintasan.
Dari sisi teknis, tim mekanik Honda Team Asia juga terus bekerja keras menyempurnakan setelan motor agar selaras dengan karakter Sachsenring yang membutuhkan stabilitas tinggi di tikungan. Kombinasi kesiapan fisik, mental, dan keunggulan teknis ini menjadi modal utama Veda untuk kembali kompetitif.
Ajang Moto3 sendiri terkenal dengan dinamika balapan yang sulit diprediksi, di mana rombongan besar pembalap kerap bertarung ketat dan perubahan posisi bisa terjadi di setiap tikungan. Karena itu, tampil apik sejak sesi kualifikasi akan menjadi kunci krusial bagi Veda untuk mengamankan posisi start yang menguntungkan.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.