Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tragis Ye Zhaoying, Ratu Bulu Tangkis China yang Dibuang Negara Akibat Skandal Olimpiade

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2026 |11:51 WIB
Kisah Tragis Ye Zhaoying, Ratu Bulu Tangkis China yang Dibuang Negara Akibat Skandal Olimpiade
Mantan tunggal putri China, Ye Zhaoying. (Foto: Badminton News Falsh)
A
A
A

PANGGUNG Olimpiade Sydney 2000 menyisakan luka paling dalam bagi perjalanan hidup eks ratu bulu tangkis China, Ye Zhaoying. Mantan rival sengit Susy Susanti tersebut kini harus menerima kenyataan pahit diusir dari tanah airnya dan hidup menetap di pengasingan akibat teguh menyuarakan kebenaran.

Bagi generasi yang tumbuh di era 1990-an, sosok Ye Zhaoying dikenal sebagai salah satu pebulu tangkis tunggal putri paling berbahaya di kolong langit. Bersama Susy Susanti dari Indonesia dan Bang Soo-hyun asal Korea Selatan, atlet kelahiran Hangzhou ini menjadi bagian dari trio penguasa takhta tertinggi bulu tangkis dunia.

Sejak menduduki peringkat satu dunia pertama kali pada tahun 1995, Ye sukses menggondol berbagai gelar juara prestisius, termasuk dua mahkota Juara Dunia dan hattrick gelar All England. Sayangnya, kemilau prestasi di atas podium juara tersebut rupanya menyimpan rahasia kelam yang baru terbongkar dua dekade setelahnya.

1. Konspirasi Pengaturan Skor di Sydney

Tabir gelap dari sistem olahraga China terungkap ke publik setelah Ye melakukan wawancara blak-blakan dengan media asal Denmark, TV 2 Sport. Dalam pengakuannya, ia membeberkan fakta memilukan di balik medali perunggu yang ia bawa pulang dari ajang Olimpiade Sydney 2000.

ye zhaoying
ye zhaoying

Ye mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa oleh jajaran tim pelatih untuk sengaja mengalah pada pertandingan semifinal melawan rekan senegaranya sendiri, Gong Zhichao. Strategi kotor itu sengaja dijalankan karena Gong dinilai mempunyai peluang lebih besar untuk menjegal wakil Denmark, Camilla Martin, di laga puncak.

Demi mengalah, Ye akhirnya harus rela takluk dua gim langsung dari Gong Zhichao. Ia mengingat momen itu sebagai tekanan mental terbesar dalam hidupnya, sebab jika ia membangkang lalu kalah di final, ia akan langsung dicap sebagai musuh publik oleh seluruh masyarakat China.

 

2. Terhapus dari Sejarah

Garis takdir kehidupan Ye Zhaoying berubah total setelah ia gantung raket dan menikah dengan legenda sepak bola Negeri Tirai Bambu, Hao Haidong, pada tahun 2019. Tepat pada peringatan tragedi Tiananmen tahun 2020, pasangan suami istri ini membuat gempar dengan merilis video yang menuntut pembubaran Partai Komunis China.

Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF
Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF

Reaksi keras langsung dijatuhkan oleh Pemerintah China dengan menghapus seluruh jejak digital serta sejarah prestasi mereka berdua di berbagai platform digital lokal seperti Weibo, Baidu, hingga Tencent. Seluruh pencapaian luar biasa Ye di dunia olahraga seolah-olah dianggap tidak pernah ada.

Saat ini, mantan penguasa bulu tangkis dunia tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dalam pengasingan di Malaga, Spanyol. Akibat keputusan politiknya tersebut, Ye kini terkucilkan, kehilangan kontak dengan sanak saudara, bahkan diblokir oleh rekan-rekan seperjuangannya dahulu di pelatnas.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement