JAKARTA – Menpora RI, Erick Thohir, meminta atlet-atlet Indonesia yang akan tampil di Asian Games 2026 untuk menghadapi sejumlah perubahan. Situasi itu tentu tidak bakal mudah.
Ajang olahraga terbesar di Asia itu akan berlangsung sekira 2,5 bulan lagi dengan tantangan yang tidak mudah. Selain persaingan ketat, Indonesia juga harus menghadapi perubahan nomor pertandingan di beberapa cabang olahraga.

Erick menegaskan Indonesia harus mampu menjaga sekaligus meningkatkan prestasi yang sudah diraih sebelumnya. Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya terjadi di Asian Games, tetapi juga pada ajang internasional lain seperti SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.
"Kami harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih. Negara-negara lain terus bergerak maju,” kata Erick, dikutip dari laman resmi Kemenpora RI, Kamis (24/6/2026).
“Karena itu, Indonesia juga harus memiliki sistem pembinaan yang kuat dan berkelanjutan agar mampu bersaing secara konsisten," sambung pria yang juga Ketua Umum PSSI itu.
Erick menilai perubahan nomor pertandingan di Asian Games 2026 menjadi salah satu faktor yang harus segera diantisipasi. Beberapa nomor yang sebelumnya menjadi peluang medali bagi Indonesia sudah tidak lagi dipertandingkan.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara cepat untuk mengejar target prestasi. Atlet membutuhkan proses panjang mulai dari pengembangan kemampuan dasar, peningkatan teknik, hingga kesiapan mental saat menghadapi kompetisi.
"Kami tidak mungkin mempersiapkan juara Olimpiade secara instan. Jika kami menargetkan Olimpiade 2032, maka atlet-atlet potensial harus mulai dibina dari sekarang. Inilah mengapa dukungan Presiden terhadap pelatnas jangka panjang menjadi sangat penting bagi masa depan," kata Erick.
Eks Presiden Inter Milan itu menyebut konsep pelatnas jangka panjang mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Bogor, Jumat 19 Juni 2026. Pemerintah mendorong adanya sistem pemusatan latihan nasional dengan pendanaan multitahun.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar baru dalam membangun olahraga nasional yang lebih terencana. Dengan sistem itu, atlet dapat menjalani program latihan secara berkelanjutan menuju level dunia.
"Presiden Prabowo mendukung penuh perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional,” papar Erick.
“Atlet juara dunia dan Olimpiade tidak lahir dari persiapan satu atau dua tahun, melainkan melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan selama bertahun-tahun, karena itu pelatnas harus dibangun dengan sistem multiyears," tandasnya.
Erick juga menyampaikan sejumlah federasi olahraga nasional menyambut positif gagasan tersebut. Para pengurus cabang olahraga menilai program jangka panjang dapat memberikan kepastian dalam pembinaan atlet.
Dengan waktu persiapan yang semakin dekat menuju Asian Games 2026, Indonesia dituntut lebih adaptif terhadap perubahan. Pemerintah berharap sistem pembinaan yang diperkuat dapat membantu atlet Merah-Putih bersaing dan meraih hasil terbaik di panggung Asia.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.