Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Alzbeta Perunska, Pebulu Tangkis Cantik asal Slovakia yang Pilih Jadi Pelatih Usai Cedera

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |01:01 WIB
Kisah Alzbeta Perunska, Pebulu Tangkis Cantik asal Slovakia yang Pilih Jadi Pelatih Usai Cedera
Pebulutangkis asal Slovakia, Alzbeta Perunska. (Foto: Olympic)
A
A
A

KISAH Alzbeta Perunska, pebulu tangkis cantik asal Slovakia yang memilih menjadi pelatih bulu tangkis usai cedera parah menarik untuk dibahas. Menariknya usai menjadi pelatih, Alzbeta pun kini kembali bermain di 2026 di sektor ganda putri.

Lahir dan besar di Bratislava, ibu kota Slovakia, Alzbeta tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat mendukung dan aktif. Perkenalan pertamanya dengan bulu tangkis terjadi di usia tujuh tahun, saat ia bermain santai bersama sang ayah di sebuah padang rumput dekat rumah mereka, di mana rekor terbaik mereka adalah menjaga shuttlecock tidak jatuh hingga 200 pukulan.

Melihat antusiasme yang besar, orangtuanya mendaftarkan Alzbeta ke klub bulu tangkis lokal pada usia sembilan tahun. Di sanalah bakatnya tercium oleh sang pelatih yang kemudian mendorongnya masuk ke level kompetitif.

Mengorbankan masa mudanya demi berlatih keras, Alzbeta berhasil menembus tim nasional, merengkuh lima gelar juara di Kejuaraan Nasional Slovakia, hingga tampil di Kejuaraan Eropa. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat pertama kali meraih titel ganda putri U-17 dan tunggal putri U-19.

1. Hancurnya Mimpi Olimpiade

Namun, takdir berkata lain ketika Alzbeta menginjak usia 17 tahun. Mimpi besarnya untuk bisa mencicipi panggung Olimpiade dan Kejuaraan Dunia harus hancur seketika akibat cedera lutut parah.

Insiden tersebut menjadi momen paling memilukan dalam karier bulu tangkisnya karena ia tidak bisa lagi bertanding di level tertinggi. Kendati demikian, Alzbeta menolak untuk menyerah pada keadaan.

Alzbeta Perunska. (Foto: Olympic)
Alzbeta Perunska. (Foto: Olympic)

Alih-alih menjauh, cintanya yang mendalam pada olahraga tercepat di dunia ini justru membuatnya bertransisi menjadi seorang pelatih dan tutor untuk program Shuttle Time di Federasi Bulu Tangkis Slovakia. Baginya, badminton telah mengajarkannya arti kemenangan, kekalahan, kesabaran, dan keteguhan hati.

Berdasarkan laporan BWF, kini Alzbeta menyalurkan seluruh ilmu dan pengalamannya untuk membantu orang lain mencapai impian mereka, sembari tetap aktif bermain di turnamen lokal dan liga ekstra Slovakia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement