PEMILIK LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengusulkan agar periode bursa transfer pembalap MotoGP dibatasi jadi dua jendela. Hal ini mirip dengan dunia sepakbola yakni ada musim dingin dan musim panas.
Perpindahan pembalap bukanlah hal yang tabu. Tapi, terkadang, hengkangnya seorang bintang bisa berdampak tidak langsung terhadap tim.

Cecchinello yang juga Presiden IRTA mengatakan, tim sering terjebak dalam situasi tidak mengenakkan. Bila pembalap sudah diumumkan akan pindah sejak jauh hari, mereka tidak bisa memakainya untuk kegiatan promosi.
Karena itu, Cecchinello ingin agar periode pengumuman kontrak atau kepindahan pembalap dibatasi jadi dua jendela. Dengan begitu, tim jadi punya kepastian dan tidak perlu mempromosikan orang yang akan pindah ke rival.
“Kami sedang mempertimbangkan regulasi yang memungkinkan tim dan pembalap hanya boleh menandatangani kontrak dalam jangka waktu khusus, contohnya dari Juni ke September atau Juli ke Oktober,” papar Cecchinello, dikutip dari Motosan, Jumat (19/6/2026).
“Tujuannya adalah menghindari situasi, di mana pembalap sudah tanda tangan kontrak lebih dulu. Pabrikan membayar gaji pembalap jutaan Euro dan menggunakan mereka untuk materi promosi dan ingin memaksimalkannya tanpa harus takut mempromosikan pembalap yang akan pindah,” imbuhnya.