Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekalahan 3 Tunggal Putra Indonesia Jadi Penyebab Sabar/Reza Main dalam Tekanan hingga Kalah di Piala Thomas 2026

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |10:56 WIB
Kekalahan 3 Tunggal Putra Indonesia Jadi Penyebab Sabar/Reza Main dalam Tekanan hingga Kalah di Piala Thomas 2026
Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. (Foto: PBSI)
A
A
A

HORSENS - Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, tak mampu membendung laju impresif pasangan Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi, dalam laga krusial Piala Thomas 2026. Kekalahan ini menjadi pukulan telak yang memastikan skuad Garuda mencatatkan sejarah kelam di kancah bulu tangkis dunia.

Sabar/Reza tumbang di laga keempat dalam pertandingan pamungkas Grup D Piala Thomas 2026. Laga tersebut digelar di Forum Horsens, Horsens, Denmark pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

Duet Sabar/Reza kalah dalam dua gim langsung dengan skor identik 19-21 dan 19-21. Saat pertandingan, kekalahan ini membuat Tim Thomas Indonesia tertinggal dari Prancis 0-4.

Nasib buruknya, kekalahan itu memastikan Indonesia tersingkir dari Piala Thomas 2026. Ini merupakan sejarah buruk bagi Indonesia lantaran untuk pertama kalinya tersingkir di fase grup Piala Thomas.

Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. (Foto: PBSI)
Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. (Foto: PBSI)

1. Efek Domino Kekalahan Tunggal Putra

Selepas laga, Sabar mengatakan sudah mengupayakan yang terbaik untuk merebut kemenangan. Namun sayang, ganda putra ranking sembilan dunia itu justru tenggelam dalam tekanan.

"Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi. Tapi kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu," kata Sabar dikutip dari rilis resmi PBSI, Rabu (29/4/2026).

Tekanan ini, ungkap Sabar, karena Prancis berhasil menang dalam tiga laga awal yang merupakan pertandingan tunggal. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Alwi Farhan menelan kekalahan.

 

2. Pelajaran Berharga

Akan tetapi, Sabar tak menyalahkan ketiga rekan setimnya itu. Atlet asal Sumedang, Jawa Barat, itu mengatakan ini akan menjadi pelajaran berharga untuknya dan Moh Reza Pahlevi Isfahani.

"Mereka (Prancis) mempunyai kepercayaan diri, di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu. Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk ke depannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat," tutur Sabar.

Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. (Foto: PBSI)
Sabar Karyaman/Reza Pahlevi. (Foto: PBSI)

"Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal," tandasnya.

Pada akhirnya, Tim Thomas Indonesia kalah dari Prancis 1-4. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil memenangkan laga terakhir, tetapi hasil itu tak berguna karena Indonesia dipastikan tersingkir dari Piala Thomas 2026.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement