Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Bersejarah Pebulu Tangkis Cantik Indonesia Susy Susanti dan Mia Audina, Hentikan Dominasi China di Piala Uber

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |16:30 WIB
Kisah Bersejarah Pebulu Tangkis Cantik Indonesia Susy Susanti dan Mia Audina, Hentikan Dominasi China di Piala Uber
Momen Mia Audina bersama Susy Susanti. (Foto: Instagram/olympics)
A
A
A

KISAH bersejarah pbulu tangkis cantik Indonesia, Susy Susanti dan Mia Audina di Piala Uber 1994 menarik untuk dibahas. Pasalnya kedua Srikandi Tanah Air itu pernah membuat sektor tunggal putri Indonesia begitu disegani di kancah dunia, bahkan mampu meruntuhkan dominasi raksasa China di ajang paling bergengsi, Piala Uber.

Momen emas itu terjadi pada Piala Uber 1994 di Istora Senayan, Jakarta. Untuk pertama kalinya sejak 1975, tim Uber Indonesia berhasil membawa pulang trofi lambang supremasi bulu tangkis putri tersebut setelah melalui perjuangan yang penuh drama dan determinasi tinggi.

1. Susy Susanti Membuka Jalan Kemenangan

Tampil di hadapan pendukung sendiri, tim Uber Indonesia yang diperkuat oleh Susy Susanti, Mia Audina, Meiluawati, serta ganda putri Eliza Nathanael/Zelin Resiana dan Finarsih/Lili Tampi, mengusung misi besar mematahkan supremasi China.

Susy Susanti, sebagai ujung tombak utama, berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna di partai pertama.

Melawan tunggal putri China, Ye Zahoying, Susy tampil sangat dominan. Ia memenangkan laga dalam dua gim langsung dengan skor 11-4 dan 12-10. Keberhasilan Susy ini sempat membuat Indonesia berada di atas angin, terlebih saat ganda Finarsih/Lili Tampi juga sukses menyumbangkan poin, membawa Indonesia unggul atas lawan mereka.

Susy Susanti
Susy Susanti

2. Bocah 14 Tahun Penentu Gelar Juara

Namun, jalan menuju juara tak semudah yang dibayangkan. Keunggulan Indonesia sempat terkejar setelah Yuliani Santosa dan pasangan Eliza Nathanael/Zelin Resiana harus mengakui keunggulan lawan di partai ketiga dan keempat. Skor imbang 2-2 membuat seluruh mata tertuju pada partai penentu.

 

Di sinilah sejarah besar tercipta. Indonesia menurunkan Mia Audina, yang saat itu masih berusia 14 tahun, untuk menghadapi Zhang Ning, pemain berpengalaman peringkat 12 dunia. Meski masih sangat belia, si Anak Ajaib tampil penuh nyali. Mia merebut gim pertama 11-7, meski sempat kehilangan gim kedua.

Mia Audina
Mia Audina

Pada gim penentuan, Mia tampil ganas dan memastikan kemenangan dramatis atas Zhang Ning. Keberhasilan Mia tidak hanya membawa Piala Uber kembali ke pelukan Merah Putih, tetapi juga memastikan Indonesia mengawinkan gelar Piala Thomas dan Uber untuk kedua kalinya setelah tahun 1975.

Istora Senayan pun menjadi saksi bisu kehebatan para srikandi Indonesia yang sukses mengguncang dunia.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement