Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Francesco Bagnaia Beberkan Penyebab Ducati Kesulitan di Awal MotoGP 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2026 |00:05 WIB
Francesco Bagnaia Beberkan Penyebab Ducati Kesulitan di Awal MotoGP 2026
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
A
A
A

BOLOGNA – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia masih kesulitan menemukan performa terbaiknya di awal MotoGP 2026. Meski Ducati GP26 dibekali pembaruan pada stabilitas depan, rider yang akrab disapa Pecco itu justru terjerat dalam masalah klasik yang sempat disinggung sang mentor, Valentino Rossi, degradasi ban belakang yang ekstrem.

Pada MotoGP Amerika Serikat 2026, rapuhnya performa Bagnaia di fase akhir balapan terlihat jelas. Setelah sempat memimpin sprint Race di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, ia justru dikalahkan Jorge Martin di lap terakhir.

Ironisnya, saat balapan utama hari Minggu, Pecco merosot dari posisi kelima ke posisi 10, bahkan sempat disalip Luca Marini dari sisi luar. Tentunya momen itu menjadi sebuah pemandangan yang jarang terjadi bagi seorang juara dunia dua kali.

1. Masalah Desmosedici GP26

Masalah utama Bagnaia bukan terletak pada kecepatan murni, melainkan pada bagaimana motor menyalurkan tenaga ke aspal. Bagnaia mendiagnosis GP26 terlalu bergantung pada ban belakang untuk membantu motor berbelok, sebuah kompensasi karena bagian depan motor cenderung mendorong saat memasuki tikungan.

Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)

"Konsumsi ban belakang yang sangat aneh. Saat ini saya rasa motor kami harus berbelok menggunakan ban belakang karena ban depan terus mendorong. Kami tidak bisa menghentikan motor dengan baik, sehingga kami memaksakan ban belakang untuk bekerja dan akhirnya menghancurkannya," ungkap Bagnaia, melansir dari Crash, Jumat (17/4/2026).

Situasi ini membuatnya tidak bisa menyerang dan hanya fokus pada cara untuk bertahan hingga garis finis. Bahkan saat ia mencoba membalap dengan konservatif, ban belakangnya tetap habis sebelum balapan usai, sebuah pola yang terus berulang sejak seri Thailand dan Brasil.

2. Tak Hanya Bagnaia

Pandangan Bagnaia ini rupanya diamini oleh penunggang GP26 lainnya, Fabio di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46). Meski saat ini menjadi ujung tombak Ducati di klasemen, Diggia –sapaan akrab Di Giannantonio– mengakui bahwa keunggulan Ducati dalam mengontrol ban belakang kini mulai dikejar oleh pabrikan lain seperti Aprilia dan KTM.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement