Meski surat"pemecatan sudah disiapkan, Wolff akhirnya melakukan manuver U-turn atau putar balik pada hari Kamis sebelum balapan berikutnya. Alasan utamanya ternyata cukup pragmatis, sulitnya menentukan siapa yang harus disalahkan secara mutlak atas insiden di lintasan.
Dalam pertemuan tertutup, Wolff mengakui bahwa ia tidak bisa menilai secara adil apakah kesalahan itu murni milik satu pihak. Baginya, setiap insiden selalu memiliki nuansa, entah itu pembagian kesalahan 50-50 atau 60-40.
Ketakutan akan membuang pembalap yang salah membuatnya memilih untuk memberikan kesempatan terakhir yang sangat ketat. Ultimatum keras pun dijatuhkan. Jika tabrakan serupa terjadi lagi, salah satu dari mereka dipastikan akan ditendang keluar, terlepas dari siapa yang benar atau salah.
Ancaman ini terbukti cukup efektif untuk meredam tensi hingga akhir musim, yang kemudian ditutup dengan gelar juara dunia pertama bagi Rosberg sebelum ia memutuskan pensiun secara mendadak.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.