Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kecil Veda Ega Pratama, Rider Berbakat Indonesia yang Dijuluki Ovedinha dan The Young Lion

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 27 Maret 2026 |18:01 WIB
Kisah Kecil Veda Ega Pratama, Rider Berbakat Indonesia yang Dijuluki Ovedinha dan The Young Lion
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Instagram/veda_54)
A
A
A

KISAH kecil Veda Egra Pratama, rider berbakat Indonesia yang dijuluki Ovedinha dan The Young Lion menarik untuk dibahas. Pasalnya pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta itu baru saja berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah balap motor dunia.

Veda Ega Pratama, pembalap berusia 17 tahun, berhasil memecahkan rekor sebagai pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium kejuaraan dunia Grand Prix setelah finis ketiga di Moto3 Brasil 2026 yang berlangsung di Autodromo Internacional Ayrton Senna.

Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan sesaat, melainkan buah dari dedikasi yang dimulai sejak usia enam tahun di lintasan motocross sederhana. Di bawah bimbingan sang ayah, mantan pembalap nasional Sudarmono, Veda mengasah insting balapnya sebelum akhirnya menapaki tangga prestasi melalui Astra Honda Racing School hingga mendominasi Asia Talent Cup 2023 sebagai juara.

1. OVedinha Cetak Sejarah di Brasil

Ada cerita unik di balik kesuksesan Veda di Negeri Samba. Menjelang balapan seri kedua Moto3 2026, atmosfer tim Honda Team Asia terasa begitu hangat dengan diperkenalkannya julukan baru bagi Veda, yakni "O’Vedinha".

Nama yang kental dengan nuansa lokal Brasil ini diambil dari gaya penamaan khas pesepak bola setempat, lengkap dengan sapaan "bom dia" dan seruan "joga bonito" yang ikonik dari bibir Veda.

Veda Ega Pratama naik podium di Moto3 Brasil 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama naik podium di Moto3 Brasil 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)

Meski tampil ceria dengan identitas barunya, Veda menghadapi tantangan cuaca ekstrem di sirkuit Goiania yang sangat menyengat. Namun, tantangan fisik tersebut justru dibalut dengan performa luar biasa.

Walaupun sempat tercecer ke posisi ke-10 akibat insiden kontak dan red flag, Veda menunjukkan kelasnya saat balapan dimulai kembali. Ia tampil menggila dengan melahap tujuh posisi hanya dalam lima lap tersisa demi mengamankan podium bersejarah bagi Indonesia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement