Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sempat Kesulitan, Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan di 32 Besar Orleans Masters 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 19 Maret 2026 |00:01 WIB
Sempat Kesulitan, Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan di 32 Besar Orleans Masters 2026
Ganda Putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. (Foto: PBSI)
A
A
A

ORLEANS – Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, berhasil melewati rintangan pertama di ajang Orleans Masters 2026. Menurut Leo/Bagas, ketenangan dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan mereka merebut tiket ke babak 16 besar turnamen super 300 tersebut.

Bertanding pada Selasa 17 Maret 2026, duet Leo/Bagas sukses membungkam wakil Taiwan, Chen Cheng Kuan/Lin Bing-Wei, dalam dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-15. Kemenangan ini memastikan satu tiket di babak kedua bagi Leo/Bagas, sekaligus menunjukkan tren positif setelah evaluasi dari turnamen sebelumnya.

1. Sempat Tertekan di Awal Laga

Meski menang straight game, langkah Leo/Bagas tidak sepenuhnya mulus di awal pertandingan. Mereka sempat tertinggal poin cukup jauh sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan lewat koordinasi yang solid di lapangan.

Leo mengungkapkan kunci kebangkitan mereka adalah menjaga fokus individu dan memperkuat komunikasi tim agar tidak terlarut dalam tekanan lawan.

“Tadi di awal startnya ketinggalan cukup jauh, 9-3 atau 9-4. Setelah itu kami mencoba komunikasi harus bagaimana dan lebih perbaiki ke individunya dulu, jangan banyak mati sendiri dan harus jaga pikirannya. Mulai enak, mulai lepas dari tekanan dan alhamdulillah bisa menang,” ucap Leo, dikutip dari keterangan resmi yang dibagikan Humas PBSI, Kamis (19/3/2026).

Leo Rolly/Bagas Maulana. (Foto: PBSI)
Leo Rolly/Bagas Maulana. (Foto: PBSI)

2. Evaluasi Penampilan

Selain faktor teknis, adaptasi terhadap kondisi shuttlecock di Prancis yang cenderung lebih cepat menjadi tantangan tersendiri. Bagas Maulana menekankan mereka fokus untuk meredam kecepatan lawan dengan bermain lebih rapi dan minim kesalahan sendiri.

“Kami mewaspadai speed mereka, permainannya sangat cepat. Kami mencoba mengimbangi dengan sebisa mungkin tidak mudah mati sendiri, akhirnya mereka yang banyak melakukan kesalahan,” tutur Bagas.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement